Mural “One Piece” di Gamping: Bentuk Kritik Sosial yang Terancam Dihapus?

Mural anime On Piece yang tergambar di atas jalan aspal Padukuhan Temuwuh, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman. (dok. istimewa)

SLEMAN (kabarkota.com) – Sebuah mural bertema anime One Piece yang tergambar jelas di atas jalan aspal dekat pos ronda Padukuhan Temuwuh, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, menjadi sorotan publik.

Salah satu pembuat mural, Dandun Asmara, menyatakan bahwa karya tersebut dibuat tanpa maksud provokatif, melainkan sebagai bentuk kritik sosial.

Bacaan Lainnya

“Kami membuat gambar One Piece ini sekitar 25 Juli lalu,” ucap Dandun pada Rabu (6/8/2025).

Menurutnya, pemilihan gambar One Piece dilatarbelakangi oleh kecintaannya terhadap anime tersebut dan cukup relevan dengan kondisi sosial saat ini. “Nah kalau untuk One Piece ini menurut kami sangat setia dan sangat mirip dengan kondisi negeri ini. Anime itu menceritakan tentang ketidakadilan yang dirasakan rakyat.

Dandun menyatakan, mural tersebut merupakan simbol keresahan yang disampaikan secara damai. Selain itu, mural ini juga dibuat secara terbuka dan diketahui banyak warga, sejak sebelum isu tentang bendera One Piece viral seperti sekarang.

Namun demikian, pihaknya mengaku telah mendengar kabar bahwa mural akan dihapus oleh aparat setempat. Bahkan kabarnya, tembusan untuk penghapusan itu sudah disampaikan ke perangkat desa dan dusun. Tapi mereka belum menyampaikan itu ke pemuda.

Oleh karena itu pihaknya berharap, jika nantinya mural itu memang benar-benar akan dihapus, maka harus ada penjelasan yang transparan atas penghapusan gambar tersebut. (Rep-01)

Pos terkait