PAM Budaya Lakukan Aksi Bersih-bersih di Kawasan Alun-alun Utara Yogya

Personel PAM Budaya sedang melakukan kerja bakti di sisi Timur Alun-alun Utara Yogyakarta, pada Kamis (17/11/2022). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Kawasan Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta merupakan bagian dari destinasi wisata favorit di pusat kota. Setiap hari, ribuan wisatawan datang, terutama untuk menikmati wisata kuliner sekeliling Alun-alun, di malam hari.

Di satu sisi, kunjungan wisatawan membawa berkah bagi para pedagang kuliner di sekeliling Alun-alun Utara. Di sisi lain, ada tanggung jawab besar bagi pengelola Kawasan Alun-alun Utara untuk menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan wisatawan, maupun komunitas pedagang, serta masyarakat sekitar.

Oleh karena itu, kehadiran PAM Budaya sebagai personel yang ditugaskan untuk menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan wisatawan di Kawasan Alun-alun Utara menjadi penting. Salah satunya, kegiatan kerja bakti yang dilakukan oleh para personel PAM Budaya, pada Kamis (17/11/2022).

Salah satu Komandan Regu  PAM Budaya, Iskandar menjelaskan, dalam kegiatan ini, para personel PAM Budaya membersihkan lingkungan di sekeliling Alun-alun sisi Barat, Utara, dan sisi Timur.

“Di area kuliner ini, terkadang ada kursi dan meja rusak hanya dibiarkan sehingga kami bersihkan,” jelas Iskandar kepada kabarkota.com, di sisi Timur Alun-alun Utara Yogyakarta.

(dok. kabarkota.com)

Lebih lanjut Iskandar menambahkan, PAM Budaya juga menertibkan para pedagang kuliner di luar paguyuban pedagang Alun-alun, khususnya terkait jam operasional mereka berjualan.

“Misalnya untuk pedagang soto, ketentuannya jam 9 pagi seharusnya sudah tutup, tapi kami beri tenggang waktu untuk mengemasi barang-barangnya sampai jam 09.30 pagi,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Staff Keamanan Forum Komunitas Kawasan Alun-alun Utara (FKKAU) Yogyakarta, Anton Wahyudi yang menjelaskan bahwa gotong royong yang dilakukan oleh sekitar 90 personel PAM Budaya ini sebagai upaya untuk mempertahankan kawasan agar kondisinya tetap sama dengan konsep penataan sejak awal.

Anton juga berpandangan bahwa kegiatan ini yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali ini penting karena membawa dampak positif, baik bagi para personel PAM Budaya sendiri, para pedagang, maupun wisatawan yang datang berkunjung.

“Dengan kerja bakti seperti ini, anggota PAM Budaya menjadi kompak, dan menjaga kebersamaan,” tegasnya.

Sementara bagi para pedagang, lanjut Anton, aksi yang dilakukan oleh para petugas kemanan tersebut juga bisa meminimalisir terjadinya konflik antarpedagang.

Kondisi lokasi pedagang kuliner si sisi Alun-alun Utara Yogyakarta, pada Kamis (17/11/2022). (dok. kabarkota.com)

Salah satu pedagang kuliner di Kawasan Alun-Alun Utara Yogyakarta, Poni Rahma mengaku, selama ini dirinya memang merasa enggan untuk menegur pedagang lainnya, jika ada hal-hal yang kurang sesuai.

“Menurut saya kegiatan PAM Budaya ini bagus, dan juga menambah kebersihan lingkungan,” ucap Rahma.

Sementara salah satu pengunjung Alun-alun Utara, Tumiri menilai, kondisi alun-alun, khususnya sisi Timur terlihat lebih bersih dan rapi, sejak penataan.

Warga asal Bantul ini berpendapat bahwa kehadiran PAM Budaya sebagai penjaga kawasan yang mengedepankan kearifan lokal juga sangat diperlukan, agar nilai-nilai budayanya tetap terjaga. (Rep-01)

Pos terkait