Pengamat: Calon Independen tak Bisa Lepas dari Dewan

Ilustrasi: 15 calon walikota Yogyakarta dari jalur independen. (viva.co.id)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Lima belas calon walikota Yogyakarta dari jalur di luar partai yang digalang oleh Jogja Independent (Joint) telah diperkenalkan ke publik, pada Minggu (3/4/2016).

Kelima belas calon dari jalur independen tersebut adalah Adrie Primera Nuary (karyawan swasta), Akhyari Hananto (aktifis LSM), Arbhak Yhoga Widodo (PNS), Dani Eko Wiyono (Seniman), Transtoto Handadhari (mantan Dir Perhutani), Emmy Yuniarty (peneliti), Esha Satya Samjaya (Wiraswasta), Fitri Paulina Andria (PNS Inspektorat Yogyakarta), Garin Nugroho (sineas), H Martha Haenry (pengusaha), Hambar Riyadi (aktifis LSM), Lusy Laksita (Broadcaster), Rommy Heryanto (Konsultan, pendamping UMKM), Siti Ruhaini Dzuhayatin (akademisi), dan Titok Haryanto (peneliti dan mantan anggota KPUD Yogyakarta).

Baca Juga:  Jaringan Muda Produktif Indonesia Usulkan 16 Calon Pemimpin Muda Milenial

Pengamat politik dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Andi Yanuardi menganggap, keinginan mereka untuk maju sebagai calon walikota di Yogyakarta melalui jalur indepenen merupakan hal yang positif sebagai bagian dari pendidikan politik bagi masyarakat.

“Mereka dapat memberikan alternatif calon dan juga program-program,” kata Yanuardi saat dihubungi kabarkota.com, baru-baru ini.

Namun, kata Yanuardi, mereka membutuhkan upaya keras untuk mendapatkan dukungan pemilih. Mengingat, jaringan dan sumber daya mereka belum sekuat parpol yang sudah lama mapan.

Baca Juga:  UGM Ciptakan Mesin Pencacah Plastik

“Perlu upaya untuk semakin mengenalkan kelebehihan calon tersebut ke publik,” imbuhnya.

Selain itu, Yanuardi juga berpendapat bahwa para calon tersebut juga harus mendapatkan dukungan dari DPRD. Sebab bagaimanapun, proses pengambilan kebijakan publik harus bersama dengan DPRD

“Jadi meskipun calon independen,mereka tetap tidak dapat meninggalkan parpol,” ucapnya.

Sementara terkait dengan kemampuan komunikasi politik pasca terpilih nantinya, ditambahkan Yanuardi, itu tergantung pada kapasitas aktor yang bersangkutan dalam mengelola politik.

Baca Juga:  Sama-sama Memunculkan Calon Independen, Ini Beda di Yogya dan Jakarta

“Kalau calon tersebut tidak punya kapasitas komunikasi politik yang baik, ya pasti akan kesulitan,” ujarnya lagi. (Rep-03/Ed-03)