Pengelolaan Dana BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp 450 Triliun

Penandatanganan MoU BPJS Ketenagakerjaan dengan Pemda DIY, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (23/11/2020). (dok. Humas Pemda DIY)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengklaim, angka kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengungkapkan, secara Nasional, jumlah kepesertaan pada awal tahun 2016 sekitar 19 juta orang, dan sekarang mencapai 50 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 juta diantaranya merupakan peserta aktif.

“Pengelola dana juga bertambah dari Rp 215 Triliun, sekarang menjadi sekitar Rp 450 Triliun,” sebut Agus usai penandatanganan MoU BPJS Ketenagakerjaan dengan Pemda DIY, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (23/11/2020).

Baca Juga:  Kembangkan Sektor Kelautan dan Perikanan, Pengamat: Kita Perlu Jiwa Pengusaha

Hanya saja, Agus menambahkan, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada Maret 2020 lalu juga turut mempengaruhi kepesertaan BPJS. Mengingat, banyak yang memutuskan keluar dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan menarik Jaminan Hari Tua (JHT) mereka. Namun pada bulan September – November, angka kepesertaannya mulai meningkat kembali.

“November ini kami lihat juga cukup signifikan peningkatannya. Mudah-mudahan sudah recovery untuk menuju ke arah yang lebih positif,” ucap Agus.

Baca Juga:  Polemik Kenaikan PBB Hingga 400 Persen, Ini Penjelasan Walikota Yogyakarta

Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menambahkan, tujuan dari MoU tersebut untuk meningkatkan pengawasan dan kepatuhan Pemberi Kerja dalam memberikan perlindungan terhadap Pekerja.

“Dengan demikian, semua bentuk usaha formal harus mengikuti program BPJS. Yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan BPJS,” Sultan menuturkan.

Pihaknya juga berpandangan bahwa sudah sewajarnya sebagian profit BPJS Ketenagakerjaan itu dikembalikan untuk meningkatkan produktivitas kerja, melalui rangkaian pelatihan kompetensi bagi Pekerja dan pemagangan untuk Pencari Kerja.

Baca Juga:  Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di Malioboro, 1 PKL Meninggal

Hal ini, menurut Sultan, sejalan dengan program BPJS yang bertujuan meningkatkan kompetensi di semua lini pelayanan sambil mengembangkan berbagai program dan manfaat yang langsung dapat dinikmati oleh pekerja dan perusahaan.

Sultan berharap, dengan sistem penyelenggaraan yang semakin maju, maka program BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan kontribusi penting bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi bangsa dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (Rep-01)