“Santorini” di Bhumi Merapi Diminati Wisatawan

  • Whatsapp

Salah satu sudut spot foto berlatar belakang Santorini di Wisata Agro Bhumi Merapi, Sleman. (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata mengalami penurunan drastis berkepanjangan.

Bacaan Lainnya

Dalam situasi seperti ini, para pelaku pariwisata berpikir lebih keras agar tetap eksis. Salah satunya seperti yang dilakukan pengelola wasata agro Bhumi Merapi, Sleman.

Salah satu staff wisata agro Bhumi Merapi, Dessy mengungkapkan, sejak akhir tahun 2019 lalu, obyek wisata yang terletak di kapanewon Pakem, Sleman ini menambah spot selfie baru “santorini” yang menarik perhatian pengunjung hingga sempat viral di media sosial.

Spot selfie ini dikonsep seperti sebuah perkampungan di Santorini, Yunani yang khas dengan bangunan-bangunan putih – biru. Ada juga lorong yang disetting menyerupai kampung warna-warni layaknya di luar negeri.

lorong warna-warni di Wasata Agro Bhumi Merapi (dok. kabarkota,com)

“Spot foto Santorini lebih diminati pengunjung,” kata Dessy saat ditemui di Wisata Agro Bhumi Merapi, 7 Maret 2021.

Spot foto dengan latar belakang perkampungan di luar Negeri tersebut, menurut Dessy, karena terinsiprasi dari owner wisata Agro Bhumi Merapi yang gemar traveling ke Negara lain.

Selain spot foto favorit tersebut, Bhumi Merapi juga menghadirkan kebun binatang mini sebagai edukasi satwa, khususnya kepada anak-anak. Mulai dari kelinci, kucing, burung, mamalia, reptil, hingga kambing etawa, serta wahana berkuda. Di kebun binatang mini ini, ada sebagian hewan juga bisa diajak berinteraksi langsung oleh pengunjung.

Taman kelinci di Wisata Agro Bhumi Merapi (dok. kabarkota.com)

Dessy mengatakan, selama masa pandemi, jumlah pengunjung di Bhumi Merapi dibatasi maksimal 350 orang per hari. Namun, kebijakan Pemberlakuak Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan erupsi Merapi cukup berpengaruh terhadap penurunan jumlah pengunjung.

“Pernah dalam sehari hanya sekitar 30 penunjung,” ucapnya.

Para pengunjung yang datang, lanjut Dessy, tidak hanya dari DIY, namun juga kota-kota lain, seperti Semarang, Klaten, dan Banyumas. Sementara untuk yang dari zona merah Covid-19 sementara ditolak, kecuali mereka membawa surat bebas Covid-19.

Untuk masuk ke obyek wisata yang buka mulai pukul 08.30 -17.00 WIB tersebut, para pengunjung dikenai tiket masuk sebesar Rp 30 ribu per orang. Sedangkan untuk wahana berkuda, para pengunjung dikenai tarif tersendiri.

Spot foto Santorini yang menjadi favorit para pengunjung Wisata Agro Bhumi Merapi. (dok. kabarkota.com)

 

Dessy berharap, di tengah situasi pandemi yang belum berakhir ini, kebijakan pemerintah bisa tetap mendukung beroperasinya obyek-obyek wisata, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sementara seorang pengunjung Bhumi Merapi, Yondi mengaku, dirinya cukup puas dengan spot foto yang dihadirkan di lokasi tersebut.

Salah satu sudut spot foto di Wisata Agro Bhumi Merapi. (dok. kabarkota,com)

“Kebetulan saya sedang traveling di Yogya,” kata Yondi.

Pria yang mengaku gemar solo traveling ini menilai, spot foto berlatar-belakang santorini terlihat bagus dan relatif bersih. Hanya saja, ia berharap ada petugas yang responsif membantu untuk mengambilkan foto ketika ada wisatawan yang membutuhkan bantuan utnuk memotretnya. (Rep-01)

Pos terkait