Senam SKJ & Gerakan Pungut Sampah: Strategi Sosialisasi ala Relawan Jokowi

  • Whatsapp

Edukasi pengelolaan sampah melalui daur ulang oleh Direktur Bank Sampah PMR Handayani Sleman, Sri Handayani (kiri), di lapangan futsal wilayh Seturan, Sleman (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Lapangan futsal di tengah kompleks perumahan wilayah Seturan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Minggu (16/12/2018) pagi, tampak ramai dipadati orang-orang yang mengenakan kaos warna merah, dengan tulisan di punggung “Sedulur Jokowi”, dengan sablon warna putih.

Bacaan Lainnya

Rupanya mereka yang mayoritas perempuan itu tengah mengikuti senam massal SKJ dan Gerakan Pungut Sampah (GPS) yang digelar oleh Relawan Sedulur Jokowi Sleman.

Gerimis yang mengguyur tak menyurutkan semangat mereka berjingkrak-jingkrak mengikuti gerakan instruktur, dengan diiringi musik yang enerjik.

Usai senam, Sri Handayani selaku Direktur Bank Sampah Produktivitas Mandiri Ramah lingkungan (PMR) “Handayani”, memberikan sosialisasi tentang pengelolaan sampah rumah tangga, dengan menenteng buket bunga warna-warni, dan menunjukkan flexible plastic warna hijau yang ternyata merupakan hasil daur ulang sampah plastik kresek sebagai bahan pembuatan bunga tersebut.

“Mengapa sih sampah harus kita kelola? Karena sampah sudah menjadi tanggung- jawab kita bersama. Mari kita sama-sama mengelola sampah yang kita mulai dari rumah tangga masing-masing,” ajak Sri. Terlebih saat ini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Piyungan, Bantul sudah melebihi kapasitas, sementara limbah rumah tangga di Sleman saja diperkirakan mencapai 15 ton per hari.

Pada kesempatan ini, pihaknya juga membuka stand pameran produk kerajinan hasil daur ulang limbah plastik. Mulai dari bros, aksesoris, buket bunga warna-warni, hingga tas. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 5 ribu – Rp 200 ribu.

Makna di Balik senam SKJ dan GPS

Sementara, wakil ketua panitia kegiatan, Ediati Kusuma Utami menjelaskan, selain sosialisasi Pemilu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan wawasan kepada para relawan dan masyarakat pada umumnya bahwa pengelolaan sampah itu juga bisa menjadi salah satu sumber pendapatan rumah tangga.

“Makanya kami mengundang Direktur Bank Sampah Handayani yang merupakan induk pengelola sampah di Sleman,” ungkap Ediati kepada kabarkota.com.

Sebelumnya, lanjut Edi, ratusan relawan bersama masyarakat sekitar juga telah melakukan kerja bhakti massal di sekitar lapangan tersebut.

Ketua Panitia Kegiatan, Sumi Murniyati berharap, kegiatan sosial kemasyarakatan oleh relawan ini akan terus berlanjut, meski nantinya telah usai Pemilu 2019. Mengingat, Relawan ini sudah terbentuk sejak Jokowi masih menjabat sebagai Walikota Solo, Jawa Tengah.

Sedangkan Ketua Direktorat Relawan Tim Kampanye Daerah, Yuni Satia Rahayu juga mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Sosialisasi itu tidak selalu dilakukan hanya dengan pembicaraan, tapi melalui hal yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat, seperti senam SKJ dan Gerakan Pungut Sampah ini pun bisa,” anggap mantan Wakil Bupati Sleman ini. (Adv)

Pos terkait