Wow Butuh 1,5 Planet Bumi untuk Memenuhi Kebutuhan Manusia

Ilustrasi (masjumadi.blogdetik.com)
 
 
JAKARTA (kabarkota.com) – Direktur Jenderal World Wildlife Fund (WWF) Internasional, LSM yang konsen pada isu pelestarian global, Marco Lambertini mengungkapkan tuntutan kebutuhan manusia pada planet bumi telah mencapai 50 persen lebih banyak dari apa yang dapat disediakan secara alami oleh alam. Dengan kata lain, dibutuhkan 1,5 Planet Bumi untuk memproduksi kebutuhan-kebutuhan manusia saat ini. 
"Sangat penting bahwa pola produksi dan konsumsi kita masih dalam batas alam planet kita,” kata Marco dalam release media yang diterima kabarkota.com mengacu pada Living Planet Report (LPR) 2014.
LPR merupakan sebuah kajian ilmiah yang dirilis  2 tahun sekali untuk menganalisis kesehatan planet bumi dan dampak dari aktivitas manusia. LPR 2014 memberikan informasi mengenai tren dari Living Planet Index (LPI), jejak ekologis sebuah tolak ukur tuntutan kebutuhan manusia pada alam dan biokapasitas bumi
Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Layanan, Rumah Sakit Dalam dan Luar Negeri Berkolaborasi
Menurut Marco, masyarakat mesti memanfaatkan laporan WWF ini untuk mengurangi jejak ekologis, mempromosikan pembangunan manusia, dan melestarikan sistem lingkungan hidup. "Manusia, harus beralih ke hubungan yang lebih seimbang antara alam dan permintaan ekonomi," ujarnya.
Marco menjelaskan, jejak ekologis merupakan sistem yang mengukur seberapa banyak ruang, baik di darat maupun di air, yang diperlukan manusia untuk menghasilkan sumberdaya yang mereka habiskan dan menyerap limbah yang mereka hasilkan. Disamping itu juga menggunakan teknologi dan praktik pengelolaan sumber daya. Termasuk di dalamnya area produktif secara biologis (atau biokapasitas) yang dibutuhkan untuk tanaman pangan, ladang penggembalaan, wilayah pembangunan, lahan perikanan, hasil hutan, serta area hutan yang dibutuhkan untuk menyerap emisi CO2 tambahan yang tidak dapat diserap oleh laut. 
Baca Juga:  Presiden Singapura dan Sultan HB X Bertemu di Keraton Yogya, Ini yang Dibicarakan
"Jejak ekologis yang tidak berkelanjutan dapat mengancam sistem alam dan kesejahteraan manusia, namun sebaliknya dapat juga mengarahkan manusia pada tindakan yang memutarbalik tren saat ini," ungkapnya. 
Ia mencontohkan, kawasan urban di seluruh dunia bertanggung jawab atas lebih dari 70 persen pemanfaatan energi yang menyebabkan emisi karbon, tetapi di sisi lain juga berpotensi sebagai pusat produksi energi terbarukan dan efisiensi energi. 
Baca Juga:  Tahun 2020, Indonesia Ciptakan 1000 Technopreneurs
“Indonesia merupakan 10 negara teratas yang menyumbang lebih dari 60% dari total biokapasitas bumi di tahun 2010. Sementara itu, jejak ekologis Indonesia masih berada dibawah rata-rata biokapasitas dunia sebesar 1.7 gh per orang,” kata CEO WWF Indonesia, Efransjah. 
Efransjah mengungkapkan, jika masyarakat Indonesia tidak mengubah pola produksi dan konsumsi, peningkatan jejak ekologis Indonesia diatas biokapasitas nasional tidak dapat dihindari pada lima tahun ke depan. "Kita sebagai masyarakat, mempunyai kekuatan memilih bagaimana menjalankan gaya hidup agar tidak menambah tekanan pada Bumi,” kata Efransjah. 
AHMAD MUSTAQIM