YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Guru Besar Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D. of Arts, menyampaikan sambutan penuh makna sekaligus memanjatkan doa bagi Ngarso Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam rangkaian Gala Dinner Reuni Akbar 2026 dan Musyawarah Besar (Mubes) II Ikatan Alumni Jogja Sulawesi Selatan (IKAJO Sulsel) yang berlangsung di Yogyakarta, Jumat (3/7/2026).
Di hadapan Sri Sultan Hamengkubuwono X, para sesepuh, senior alumni, jajaran Dewan Pimpinan Nasional IKAJO Sulsel, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, tokoh masyarakat, serta ratusan alumni yang hadir, Prof. Mukhtasar mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas terselenggaranya Reuni Akbar dan Mubes II IKAJO Sulsel dalam suasana penuh persaudaraan dan kekeluargaan.
Menurut Prof. Mukhtasar, Yogyakarta memiliki makna yang sangat istimewa bagi para alumni Sulawesi Selatan. Kota ini bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan ruang pembentukan karakter, tempat tumbuhnya nilai-nilai kebangsaan, penghormatan terhadap keberagaman, serta perpaduan antara ilmu pengetahuan, budaya, kebijaksanaan, dan pengabdian kepada sesama.
Ia menegaskan bahwa hubungan antara alumni Sulawesi Selatan dengan Yogyakarta telah berkembang menjadi ikatan batin yang melampaui hubungan akademik semata.
“Hubungan tersebut telah tumbuh menjadi ikatan kekeluargaan yang hidup, diwariskan, dan terus dipelihara dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Mukhtasar menilai Reuni Akbar dan Musyawarah Besar II merupakan momentum penting untuk memperkuat silaturahmi, melakukan konsolidasi organisasi, serta meneguhkan kembali komitmen pengabdian seluruh alumni kepada masyarakat, daerah, bangsa, dan almamater.
Ia berharap kepengurusan yang akan lahir melalui Mubes II mampu menghimpun seluruh potensi alumni lintas profesi, lintas generasi, dan lintas latar belakang, sehingga IKAJO Sulsel semakin kokoh sebagai rumah bersama yang inklusif, adaptif, berintegritas, dan senantiasa menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Mukhtasar juga menyampaikan apresiasi kepada Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X atas kepemimpinannya dalam menjaga harmoni antara budaya, pendidikan, dan pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurutnya, kepemimpinan Sri Sultan telah menghadirkan keteladanan dalam merawat nilai-nilai luhur budaya sekaligus mampu menjawab tantangan modernitas. Nilai-nilai itu, katanya, menjadi inspirasi bagi keluarga besar IKAJO Sulsel untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta mengabdikan ilmu dan pengalaman demi kemajuan bangsa.
Menjelang akhir sambutannya, Prof. Mukhtasar mengajak seluruh hadirin menundukkan kepala dan menengadahkan tangan untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta keluarga Dalem.
Dalam doa yang dipanjatkannya, ia memohon kepada Allah SWT agar Sri Sultan senantiasa dianugerahi kesehatan yang prima, kekuatan lahir dan batin, umur yang penuh keberkahan, kejernihan berpikir, keteguhan iman, serta kebijaksanaan dalam memimpin Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia juga memohon agar Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah pengabdian Sri Sultan kepada masyarakat, bangsa, dan negara, serta menjadikannya pemimpin yang selalu diberikan petunjuk, keadilan, dan perlindungan dalam menjalankan amanah.
Tidak hanya itu, Prof. Mukhtasar turut memanjatkan doa agar Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tetap menjadi pusat pelestarian budaya, sumber kearifan, dan penjaga nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Ia juga memohon agar Daerah Istimewa Yogyakarta senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, dijauhkan dari berbagai bencana, wabah penyakit, perpecahan, dan segala bentuk mara bahaya, sehingga tetap menjadi daerah yang damai, harmonis, maju, dan sejahtera.
Doa yang dipanjatkan berlangsung dalam suasana khusyuk. Seluruh hadirin mengikuti setiap untaian doa dengan penuh kekhidmatan sebagai ungkapan syukur sekaligus penghormatan kepada Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X yang berkenan hadir bersama keluarga besar IKAJO Sulsel.
Rangkaian Gala Dinner Reuni Akbar dan Musyawarah Besar II IKAJO Sulsel menjadi lebih dari sekadar ajang temu kangen lintas generasi alumni. Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat ikatan persaudaraan, memperkokoh semangat kebangsaan, serta meneguhkan komitmen alumni Sulawesi Selatan untuk terus mengabdi kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai yang telah mereka peroleh selama menimba ilmu di Yogyakarta. (Ar)







