FUI DIY desak PBB Jatuhkan Sanksi terhadap Israel

Aksi FUI DIY di Kawasan Alun-alun Utara Yogyakarta, pada 9 April 2023 (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Kekejaman zionis Israel terhadap rakyat palestina yang dilakukan di Bulan Suci Ramadan, mengundang kecaman masyarakat dunia. Tak terkecuali di Yogyakarta.

Bacaan Lainnya

Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) DIY termasuk salah satu kelompok umat muslim yang selama ini konsisten menyuarakan pembelaan terhadap perjuangan rakyat Palestina melawan penjajahan Zionis Israel.

Pembelaan tersebut diwujudkan dalam bentuk aksi buka bersama, galang dana, dan doa untuk Masjidil Aqsha, di Kawasan Alun-alun Utara Yogyakarta, pada 9 Maret 2023.

Tepat di depan pintu gerbang utama Alun-alun Utara Yogyakarta, FUI menggelar aksi yang diikuti ratusan umat muslim dari DIY, dan Jawa Tengah.

Ketua Presidium FUI DIY, Syukri Fadholi menyerukan bahwa pembelaan terhadap rakyat Palestina merupakan kewajiban bagi umat muslim. Terlebih, pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa sehingga penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

“Kami meminta kepada NKRI dengan sungguh-sungguh memberikan pembelaan terhadap Negara Palestina yang ketika itu juga memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia,” tegas Syukri dalam orasinya.

Pihaknya berharap, pemerintah Indonesia menyerukan kepada organisasi Negara Islam dunia supaya menggelar sidang dalam rangka mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar menjatuhkan sanksi atas kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina.

Selain itu, Syukri juga menganggap, meskipun umat muslim tidak bisa datang langsung ke Palestina, namun doa dan dana yang dihimpun oleh rakyat Indonesia bisa mengurangi kesusahan dan penderitaan di Palestina.

Sementara itu, salah satu relawan kemanusiaan, Ihsanul Faruqi menegaskan, pihaknya tidak ingin mengajak umat muslim meratapi Palestina, melainkan memberikan semangat pembelaan terhadap rakyat di sana.

Menurut pria yang sudah cukup lama tinggal di Negeri Sam ini, jika para orang tua tidak sempat membebaskan Palestina, maka mereka perlu menanamkan ruh jihad atau perjuangan untuk membebaskan Al Quds. Sebab, tidak ada perdamaian dengan penjajah, kecuali dengan jihad fi sabilillah (berjuang di jalan Allah).

“Ajari anak-anak kalian semua, kasih tahu mereka bahwa sesungguhnya Bumi Palestina saat ini terjajah dan Masjidil Aqsa tertawan atau terbelenggu,” pekiknya diikuti teriakan takbir “Allahu Akbar!”

Lebih lanjut, Ihsan menjelaskan, Palestina adalah bumi yang terpilih dan bumi Sam adalah jantungnya kaum Muslimin.

“Kalau sampai negeri Sam termasuk Palestina itu rusak, maka tidak ada kebaikan untuk kita semua,” ucapnya. (Rep-01)

Pos terkait