Gamaforce akan Kembali Berlaga di Ajang Kompetisi Robot Bergengsi Nasional

Robot terbang Gamaforce yang disiapkan untuk kompetisi tingkat Nasional (dok. humas ugm)

SLEMAN (kabarkota.com) – Tim robot terbang UGM, Gamaforce akan kembali berlaga dalam kompetisi bergengsi tingkat nasional, yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti.

Ketua Tim Gamaforce, Joseph Putra Nararia mengatakan,timnya akan berlaga pada Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2018 yang rencananya berlangsung di Lanud TNI-AU Pangeran M Bun Yamin di Menggala Lampung oleh Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), pada 5-10 November mendatang.

“Setelah melalui persiapan demi persiapan, kami dapat menyampaikan bahwa tim kami sudah siap untuk berlomba,” kata Joseph, melalui laman UGM, baru-baru ini.

Dalam kompetisi kali ini, Gamaforce akan menurunkan 4 robot terbangnya, yaitu Rasayana Racing Plane, Khageswara, Fiachra Aeromapper, serta Gadjah Mada Fighting Copter. Keempat robot akan dilombakan dalam 4 divisi, yaitu divisi Racing Plane (RP) sebagai entry level, divisi Fixed-Wing (FW) sebagai middle level dan real application, divisi Vertical Take-off and Landing (VTOL) sebagai advanced level untuk pengembangan teknologi, dan divisi Technology Development (TD) sebagai konsep pengembangan teknologi pesawat tanpa awak.

Baca Juga:  Pilpres 2019, Siapa Paslon Terkuat?

Pesawat Tanpa Awak Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau Unmanned Aircraft System (UAS) adalah wahana terbang nir-awak yang dalam satu dasawarsa terakhir ini berkembang kian pesat di ranah riset unmanned system (sistem nir-awak) di dunia.

Bukan hanya mereka yang berada di ranah departemen pertahanan atau badan-badan riset, termasuk di perguruan tinggi, yang meneliti, mengkaji dan mengembangkan, tapi dunia industri dan bidang sipil pun telah mulai banyak memanfaatkan teknologi unmanned system ini dalam mendukung kegiatan keseharian mereka.

Baca Juga:  Dosen UGM tak Berharap Moratorium Ilmu Sosial di Perguruan Tinggi Terjadi

Sementara, Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan UGM, Djagal Wiseso Marseno berharap, lomba KRTI ini menjadi sarana bagi para generasi muda Indonesia untuk berjuang dan berkarya nyata dalam dunia sistem nir-awak baik di udara maupun di angkasa lepas di masa-masa selanjutnya.

Tim Gamaforce terbentuk pada tahun 2013 dan langsung diterjunkan untuk mengikuti lomba KRTI di Bandung dengan tuan rumah ITB. Pada awal terbentuknya, tim ini hanya diisi oleh mahasiswa Prodi Teknik Mesin UGM. Dalam lomba ini, Tim Gamaforce belum membawa hasil yang memuaskan. Setahun kemudian, dalam perlombaan yang sama, Tim Gamaforce memperoleh penghargaan Sistem Terbaik.

Baca Juga:  UGM akan Kembali Gelar Nitilaku, Ini Agendanya

Tahun 2015, Tim Gamaforce mengambil inisiatif untuk melibatkan mahasiswa dari prodi lain, seperti Prodi Elektronika dan Instrumentasi, Teknik Fisika, Teknik Geodesi, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Teknik Industri, serta Prodi D3 Teknik Elektro D3. Berkat penggabungan berbagai disiplin ilmu tersebut, pada tahun 2015, Tim Gamaforce berhasil meraih Juara Umum dalam ajang KRTI di Lanud Gading, Gunung Kidul, dan waktu itu UGM menjadi tuan rumah. Prestasi yang sama juga diraih pada penyelenggaraan KRTI tahun 2016 di Lampung.

“Saya mengapresiasi kerja keras kedua tim dalam mempersiapkan segala sesuatunya. Semoga tahun ini kita bisa kembali meraih juara umum dan mengharumkan nama baik UGM,” ucap Djagal (Ed-02)