Hujan Lebat, Puluhan Kios di Pasar Beringharjo Yogya Kebanjiran

Ilustrasi (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Hujan lebat disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di DIY, Jumat (14/2/2020) sore. Akibatnya, Hampir seluruh wilayah di DIY terdampak.
Salah satunya, di Pasar Beringharjo Yogyakarta.

Salah seorang penjual pakaian di Pasar Beringharjo, Atik Sugiyanti mengatakan, sebelum air dari saluran drainase meluap sekitar pukul 15.00 WIB, terjadi hujan lebat disertai angin kencang.

“Air dari samping meluap masuk ke pasar. Air dari dalam got juga naik,” ungkap Atik kepada kabarkota.com, Jumat (14/2/2020).

Titik terparah ada di sisi utara, tepatnya di los pakaian batik. Menurutnya, ada sekitar 30 kios yang tergenang air setinggi kurang lebih 15 cm hingga sebagian dagangannya basah.

Baca Juga:  Breaking News: Pesawat yang Berlaga di Gebyar Dirgantara AAU Yogya Jatuh

Atik mengaku, sejak dirinya bekerja di Pasar Beringharjo selama tiga tahun terakhir, luapan air dari drainase memang sering terjadi saat hujan lebat.

“Tadi yang paling parah. Para pedagang di sebelah utara sampai panik,” ungkapnya.

TRC BPBD DIY: Di Bantul, 1 Korban Meninggal

(Dok. Istimewa)

Namun tak hanya di Pasar Beringharjo, Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Pristyawan menyebutkan, di wilayah kota Yogyakarta, angin kencang terjadi di 13 titik.

Akibatnya, enam pohon tumbang. Selain itu, empat rumah, gedung pemerintah, rumah sakit, satu uniy.mobil, satu uniy sepeda motor juga mengalami kerusakan. Bahkan, jaringan listrik juga tertimpa pohon, serta akses jalan terganggu.

Baca Juga:  4 Operator Taksi DIY Luncurkan Aplikasi Pemesanan Online

“Sebagian tembok pagar stadion Kridosono ambrol,” jelas Pristyawan dalam keterangan tertulisnya.

Debit air di Sungai Code dan Sungai Gajah Wong juga mengalami peningkatan, hanya saja masih dalam ambang batas normal.

Di Kabupaten Sleman, lanjut Pristyawan, angin kencang melanda di 27 titik. Dampaknya, 22 pohon tumbang, serta kerusakan dialami dua tempat usaha, enam akses jalan, lima jaringan listrik, dua jaringan telpon, 20 unit rumah, satu tempat ibadah, dua fasilitas umum, dan satu papan reklame roboh,

“Ada satu orang mengalami luka-luka dan satu korban meninggal dunia ” imbuhnya.

Sementara di Kabupaten Bantul, TRC BPBD DIY mencatat, angin kencang terjadi di 23 titik. Akibatnya, 23 pohon tumbang. Kerusakan juga terjadi di satu jalan, dua unit rumah, fasilitas pendidikan, dua jaringan listrik, dan satu unit kendaraan roda empat.

Baca Juga:  PHK Sepihak, Puluhan Buruh Pemotong Ayam Unjuk Rasa di Sleman

Pada pukul 17.30 WIB, menurut Prisyawan, peningkatan debit air juga terjadi di Sungai Jejeran, Sungai Winongo, Bantul, dan Sungai Code di Trimulyo Jetis yang permukaan airnya sampai ke daratan.

Untuk itu pihaknya mengimbau, agar berbagai instansi terkait melakukan pemotongan pohon, pengkondisian jalan, assessment, pantauan situasi, dan melakukan koordinasi antar stakeholder. Termasuk, normalisasi jalan, pemangkasan tanaman yang patah, serta pemantauan daerah aliran sungai. (Rep-03)