Ini 3 Bakal Calon Presiden 2024 dengan Elektabilitas Tertinggi versi Indekstat

Ilustrasi (dok. kabarkota.com)

JAKARTA (kabarkota.com) – Lembaga Survei Indekstat Indonesia merilis hasil survei opini publik bertema “Kondisi SosialPolitik dan Kepemimpinan Nasional : 1 Tahun menjelang Kampanye Resmi Pemilu 2024”.

Berdasarkan hasil survei diselenggarakan pada 10 – 19 Oktober 2022 terhadap 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling, ada 10 tokoh potensial yang masuk dalam peta elektoral sebagai bakal calon presiden, pada Pemilu 2024 mendatang.

“Peta konstelasi elektoral Calon Presiden hari ini menunjukkan bahwa jika Pemilu digelar sekarang, maka tidak ada perubahan yang cukup massif terkait elektabilitas tokoh – tokoh yang ada. Ganjar, Prabowo dan Anies masih menjadi 3 kandidat terkuat dengan elektabilitas tertinggi saat ini” kata Deputi Direktur Eksekutif Indekstat, Rikola Fedri dalam keterangan pers tertulis yang diterima kabarkota.com, 6 November 2022.

Pihaknya menyebutkan, elektabilitas Ganjar Pranowo tertinggi dengan persentase 28,1persen. Disusul Prabowo Subianto dengan perolehan elektabilitas 22,1 persen, dan disusul Anies Baswedan di posisi ketiga dengan elektabilitas sebesar 17,3 persen.

Sementara enam lainnya, lanjut Rikola, ada nama Ridwan Kamil dengan elektabilitas 8,7 persen; Sandiaga Uno 4,8 persen; Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 2,9 persen; Puan Maharani 2,6 persen; Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) 1,6 persen; Erick Thohir 1,1 persen; dan Airlangga Hartarto 0,3 persen. Sedangkan Pemilih yang belum menentukan pilihan sekitar 10,5 persen.

Menurutnya, temuan menarik dari survei kali ini adalah sejak setahun terakhir, tepatnya di bulan Oktober 2021, sebanyak 80 persen pemilih di Indonesia sudah menentukan pilihan Calon Presidennya dan semakin
mengerucut hingga hari ini ke tiga calon tersebut.

Indekstat juga melakukan survei tentang simulasi pasangan tokoh potensial Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Dalam simulasi 3 tokoh dengan suara tertinggi itu, peringkat pertama Ganjar berada di angka 35,5 persen, kedua Prabowo Subianto yang cenderung stagnan di angka 28,2 persen dan posisi ketiga Anies Baswedan 24,7 persen.

Rikola juga memaparkan bahwa dalam beberapa skenario simulasi pasangan, Ganjar cenderung unggul terhadap pasangan lainnya ketika berpasangan dengan Erick Thohir atau Ridwan Kamil, namun cenderung kompetitif ketika head to head dengan pasangan Prabowo – Gus Muhaimin. Namun jika dipasangkan dengan Ridwan Kamil yang dalam satu tahun terakhir mengalami peningkatan elektabilitas, maka suara keduanya akan cukup kuat, dengan perkiraan 35 persen dalam simulasi tiga pasang.

“Meningkatnya elektabilitas Ridwan Kamil memengaruhi suara Anies dan Prabowo di Jawa Barat yang merupakan arena kompetesi Anies dan Prabowo. Sementara Ganjar mendominasi suara di Jawa Tengah dan sebagian besar Jawa Timur,” ungkapnya.

Prabowo, sebut Rikola, akan cukup kuat suaranya jika berpasangan dengan Gus Muhaimin dengan trend elektabilitas di angka 25-27 persen. Sementara Anies Baswedan, dalam simulasi pasangan cenderung memiliki elektabilitas sedikit lebih unggul ketika berpasangan dengan AHY, yakni 22-28 persen dalam simulasi tiga pasangan dan kuat di DKI-Banten. (Ed-01)

Pos terkait