Kematian Mahasiswa UGM di Gunung Semeru Masih Misteri

  • Whatsapp

ilustrasi (sumber: lensaindonesia.com)

JAKARTA (kabarkota.com) – Nasib nahas menimpa seorang mahasiswa S2 Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Achmad Fauzi. Pria 30 tahun ini meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Semeru, Senin (3/11) kemarin.

Bacaan Lainnya

Kepala Balai Besar Bromo Tengger Semeru, Ayu Dewi Utari mengatakan, tim evakuasi telah bergerak untuk mengevakuasi jenazah Achmad.

“Harapnnya, siang atau sore ini, tim sudah bisa turun di Ranupani," kata Ayu, Selasa (4/11).

Ayu mengaku, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kematian mahasiswa UGM asal Aceh tersebut. Hanya saja, hingga kini, status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih waspada atau level II.

Oleh karenanya, para pendaki hanya diperbolehkan sampai di Pos Kalimati, karena kondisi puncak Semeru masih sangat berbahaya. Selain itu, pada musim kemarau seperti sekarang, suhu di atas gunung sangat ekstrem pada malam hari.

“Beberapa minggu lalu suhu pernah mencapai 6 derajat celsius di malam hari,” ungkap Ayu.

Mahasiswa asal Desa Tulaan, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh ini memulai pendakian sejak 30 Oktober lalu, bersama rombongan teman kuliahnya. Sebelum mendaki, mereka sebenarnya  sudah diingatkan tentang batas pendakian hanya sampai Kalimati. Tapi rombongan tersebut tetap nekad menuju ke puncak gunung. (Liputan6.com)