Kepengurusan Kadin DIY Domisioner

  • Whatsapp

Silaturahim dan buka puasa bersama antara Kandidat Ketua Umum KADIN M. Arsjad Rasjid dengan Kadin DIY dalam rangka penyampaian visi misi KADIN 2021-2026, di Sleman, Minggu (18/4/2021). (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY domisioner sejak Musyawarah Daerah (Musda) ke-8 digelar pada 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut sebagaimana salah satu pengurus DPD Kadin DIY, Mirwan Syamsuddin Syukur dalam Silaturahim dan buka puasa bersama antara Kandidat Ketua Umum KADIN M. Arsjad Rasjid dengan Kadin DIY dalam rangka penyampaian visi misi KADIN 2021-2026, di Sleman, Minggu (18/4/2021).

“Hari ini, kadin DIY dipimpin oleh formatur,” tegas Mirwan.

Namun demikian, Mirwan menyatakan bahwa dalam Munas Kadin pusat mendatang, Kadin DIY tetap memiliki hak suara untuk memilih kandidat Ketua Umum Kadin yang salah satunya adalah Arsjad Rasjid.

Kepada wartawan, Arsjad yang kini juga masih menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin memaparkan bahwa salah satu program yang akan ia usung ketika nantinya terpilih sebagai Ketum Kadin periode 2021 – 2026 adalah membuat warung inovasi.

Salah satu kandidat Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasjid (dok. kabarkota.com)

Menurut Arsjad, melalui warung inovasi ini nantinya, para pelaku UMKM akan mendapatkan pelatihan, seperti tentang pembukuan secara manual maupun digital sehingga memudahkan mereka untuk mendapatkan akses permodalan dari perbankan. Mengingat, permasalahan yang banyak dihadapi para pelaku UMKM adalah kesulitana akses permodalan.

Sementara terkait dengan upaya membangkitkan ekonomi di tengah pandemi. Arsjad berpendapat bahwa yang terpenting untuk saat ini adalah masalah kesehatan diselesaikan dahulu, salah satunya melalui program vaksinasi untuk masyarakat dan para pelaku usaha.

Arsjad mengungkapkan, Kadin mendorong agar para pengusaha melakukan vaksinasi secara mandiri, sehingga bisa membantu program pemerintah untuk mempercepat penanganan Covid-19.

Anggota Kadin DIY, Hantoro (dok. kabarkota,com)

Dengan vaksinasi mandiri itu, lanjutnya, nantinya pembiayaan vaksinasi untuk karyawan ditanggung oleh masing-masing perusahaan sehingga tidak membebani APBN.

Salah satu anggota Kadin DIY, Hantoro berharap agar Ketum kadin yang baru nantinya bisa memahami persoalan di lapangan. Sekaligus menyampaikan aspirasi anggota di daerah ke pemerintah pusat. (Rep-01)