YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Sebanyak 16 ribu nasi angkringan akan dibagikan gratis dalam pesta rakyat di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta, pada Kamis (2/4/2026) sore – malam hari.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi mengatakan, pesta rakyat kali ini digelar dalam rangka Mangayubagyo 80 tahun yuswo Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.
“Masyarakat dapat menikmati angkringan sambil menyaksikan berbagai pertunjukan seni di ruang terbuka,” kata Imam melalui siaran pers Humas Pemda DIY, pada Kamis (2/4/2026).
Imam menjelaskan, acara yang digelar mulai pukul 16.00 – 22.00 WIB ini dibagi dalam dua sesi. Setiap sesi ada 80 angkringan yang menyediakan masing-masing 100 bungkus nasi kucing.
Menurutnya, jumlah tersebut belum termasuk sajian tumpeng yang juga akan dibagikan di sejumlah titik sepanjang Malioboro.
Lebih lanjut Imam mengungkapkan, bentangan angkringan akan dimulai dari kawasan Stasiun Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Termasuk di area Teras Malioboro, Pasar Beringharjo, hingga depan Sonobudoyo, yang sekaligus menjadi titik-titik keramaian pengunjung.
Selain itu, ucap Imam, para pengunjung juga akan disuguhi berbagai pertunjukan seni di sejumlah panggung di kawasan BPD DIY, eks Teras Malioboro 2, trotoar depan DPRD DIY, area Hotel Mutiara, pintu barat Kepatihan, Teras Malioboro 1, Pasar Beringharjo, hingga kawasan Titik Nol Kilometer.
Lebih lanjut Imam menambahkan, sebagian besar angkringan yang disiapkan merupakan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Sekitar 60–70 persen didukung oleh sponsor dari beragam sektor, mulai dari BUMN, seperti Pertamina dan PLN, pelaku industri pariwisata, hingga asosiasi seperti PHRI,” paparnya
Pihaknya berharap, kegiatan ini sekaligus menjadi daya tarik wisatawan pada libur panjang akhir pekan di Yogyakarta.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi menyampaikan, pesta rakyat ini bertajuk “Pesta Rakyat Golong Gilig” sebagai wujud persembahan Pemda DIY dan masyarakat kepada Sri Sultan yang genap berusia 80 tahun.
“Konsep “art on the street” dihadirkan untuk mendekatkan seni tradisi dan kontemporer kepada masyarakat luas,” sambungnya. Pendekatan ini diharapkan mampu mencerminkan kedekatan antara pemimpin dan masyarakat dalam ruang publik yang terbuka.
Sebanyak 10 titik atraksi budaya akan tersebar di sepanjang Malioboro, mulai dari kawasan Pangurakan hingga ujung jalan depan Hotel Garuda Inn. Beragam pertunjukan akan ditampilkan, mulai dari jathilan, reog, panembromo, tari angguk, hingga keroncong dan band.
Untuk itu pihaknya mengimbau agar masyarakat turut hadir dan meramaikan pesta rakyat tersebut. (Ed-01)







