YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Salah satu Anggota DPRD DIY, Muhammad Lisman Puja Kesuma terkejut karena namanya tercatat dalam Desil 4 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Padahal, Lisman mengaku, selama ini dirinya tidak pernah disurvei secara langung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terkait status tersebut.
Selain itu, Lisman juga menyataktan bahwa dirinya tidak pernah mendaftarkan diri sebagai penerima Bantuan Sosial (Bansos), termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).
“Selama ini, saya juga tidak pernah menerima bantuan tersebut,” kata Lisman kepada wartawan di DPRD DIY, pada Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, masalah ini bukan semata-mata persoalan pribadi sehingga ini menjadi momentum untuk memastikan bahwa data sosial ekonomi masyarakat ini benar-benar akurat dan terus diperbaiki.
“Sebagai wakil rakyat, saya berkepentingan agar masyarakat yang memang membutuhkan bantuan jangan sampai justru tidak terdata atau terlewat,” tegas anggota DPRD dari Dapil Sleman ini.
Meski demikian, lanjut Lisman, pihaknya menghormati mekanisme pendataan yang dilakukan oleh pemerintah. Kalau pun ditemukan data yang kurang sesuai, maka perlu ada ruang untuk verifikasi dan perbaikan.
“Saya kira ini juga bagian dari fungsi kami sebagai anggota DPRD untuk ikut mengawasi agar kebijakan pemerintah, termasuk program perlindungan sosial, benar-benar berjalan dengan baik, dan manfaatnya sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” sambung anggota DPRD Fraksi Gerindra ini. (Rep-01)







