Soal Teror, Amien Rais Maafkan, tapi…

Amien Rais (sumber: antaranews.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Salah satu tokoh Muhammadiyah, Amien Rais mengaku telah memaafkan pelaku teror di rumahnya, pada Kamis (6/11) dini hari kemarin. Meski pun, akibat tembakan orang tak dikenal tersebut, mobil Harier miliknya tertembus peluru di bagian samping kanan belakang.

Menurutnya, kejadian yang menimpa dirinya merupakan kasus . Sebab, meski terhitung kecil, namun sudah mengarah ke tindakan teror.

"Polisi harus segera menuntaskan agar tidak menjadi preseden karena bisa saja menimpa orang lain," pinta mantan Ketua MPR RI itu saat ditemui wartawan di kediamannya, Kamis (6/11).

Baca Juga:  Tingkatkan Kapasitas Tangkal Hoaks, Polri Gandeng Trainer Kehumasan dari AS

Ditanya terkait kemungkinan adanya keterkaitan aksi tersebut dengan kegiatan politik saat ini, Amien menyatakan dirinya tidak bisa memastikan itu. Hanya saja, kata Amin, dirinya merasa tidak memiliki musuh, baik pribadi maupun urusan bisnis.  

Oleh karenanya, ia juga enggan meminta pengamanan khusus dari kepolisian. "Saya dan keluarga tetap akan beraktivitas seperti biasa," ujarnya.

Senada dengan Amien, Humas Jogja Police Watch (JPW),  Baharuddin Kamba juga mendesak kepolisian, agar segera mengusut tuntas pelaku penembakan tersebut, sehingga  peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Baca Juga:  Full day school dinilai memberatkan

“Kita tidak bersepekulasi terkait ada atau tidaknya dengan kondisi politik terkini namun yang jelas biarkan polisi bekerja secara professional dan tranparan terkait dengan kasus ini,” kata Bahar kepada kabarkota.com melalui jejaring sosial, facebook.

Tugas polisi saat ini, lanjut Bahar, mencari tahu motif apa di balik penembakan tersebut, berdasarkan bukti di TKP, termasuk keterangan-keterangan dari para saksi.

Hari ini, kabarkota.com memberitakan bahwa Polda DIY telah berhasil mengidentifikasi jenis senjata api yang  diduga digunakan pelaku untuk menembak mobil milik Amien Rais.

Baca Juga:  Lowongan CPNS Diumumkan 18-29 Agustus

Kapala Bidang Humas Polda DIY, Anny Pudjiastuti menduga, pelaku menggunakan senjata api rakitan. Hal tersebut, berdasarkan hasil olah TKP sementara, tim laboratorium forensik.

Ani menjelaskan, proyektil atau logam yang menemukan telah pecah itu berjenis kaliber 223 atau sinonim kaliber 5,56 x 45 mili meter.

AHMAD MUSTAQIM/SUTRIYATI