Tolak Penambangan di Wadas, Belasan orang Ditangkap, 9 Luka-luka

Bentrokan antara aparat keamanan dengan warga yang menolak rencana penambangan baut andesit di Desa Wadas, Jumat (23/4/2021). (dok. screenshot ig @wadas_melawan)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Sedikitnya 11 orang ditangkap dan sembilan orang luka-luka akibat menolak rencana penambangan batu andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Jawa Tengah (Jateng), pada Jumat (23/4/2021).

Berdasarkan informasi yang diterima kabarkota.com, dua dari sebelas orang yang ditangkap aparat kepolisian adalah pendamping warga Wadas dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, yakni Julian dan Jagat.

Direktur LBH Yogyakarta, Yogi Zul Fadhli saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. pihaknya juga mengaku sedang berada di Polres Purworejo untuk mengurus warga dan dua rekannya yang masih ditahan aparat.

Sementara Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogyakarta, Halik Sandera mengungkapkan, insiden tersebut terjadi saat aparat berencana melakukan sosialisasi pemasangan patok untuk keperluan penambangan batu andesit yang menjadi satu kesatuan dengan pembangunan Bendungan Bener yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Kami meminta aga mereka yang ditangkap segera dibebaskan,” tegas Halik kepada kabarkota.com.

Selain itu, Halik juga menyatakan bahwa represivitas aparat tersebut, tak serta-merta menyurutkan semangat perjuangan warga untuk menolak rencana penambangan dan pembangunan bendungan Bener tersebut.

“Kami tetap akan bersama masyarakat untuk mempertahankan ruang hidupnya,” ucap Halik.

Menurutnya, dalam situasi seperti ini, kuncinya ada pada gerakan warga untuk menentang represivitas aparat.

“Hal yang paling memungkinkan adalah memperbesar garakan dan memperkuat warga di tapak yang tarancam digusur,” sambungnya.

Berdasarkan kronologinya, sekitar pukul 11.00 WIB, warga menghadang kedatangan aparat dengan menggunakan batang pohon, namun aparat memaksa tetap masuk. Warga yang sedang duduk bersalawat juga mendapatkan perlakuan represif dari aparat. Termasuk para perempuan yang berada di barisan depan.

Pada pukul 11.30 WIB, bentrokan terjadi. Sekitar 15 menit kemudian, belasan orang ditangkap, dan sedikitnya 9 orang terluka. Warga terpaksa mundur setelah aparat menembakkan gas air mata.

Adapun 11 orang yang ditangkap, yakni:
1. Imel
2. Upik
3. Nawaf
4. Lk slamet
5. Ngatinah
6. Fajar ( jaringan)
7. Julian (LBH Yogyakarta)
8. Jagat (LBH Yogyakarta)
9. Bagong
10. Wahib
11. Rizal (jaringan)
12. Muzab (jaringan)

Sementara warga yang terluka, sebagai berikut:

1. Takim
2. Budin
3. Kadir
4. Bayu
5. Nur Fauzan
6. Ahmad Irianto
7. Syifa
8. Fajar
9. Fery

(Rep-02)

Pos terkait