KULON PROGO (kabarkota.com) – Sebanyak 48 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN – PPM) periode 2 Tahun 2026, di Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, DIY.
Kehadiran mereka bersama para dosesn pembimbing diterima oleh Panewu, bersama Kapolsek, Danramil, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) , dan lurah se-Kapanewon Girimulyo, Kepala UPT Puskesmas Girimulyo I dan II, dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), di Pendopo Timoho Kapanewon Girimulyo, pada Senin (22/6/2026).
Dosen Pembimbing Lapangan KKN – PPM UGM Unit Jatimulyo – Purwosari, Muhammad Chrisna Satriagasa mengatakan, para mahasiswa akan melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat ini selama 50 hari ke depan, di Kalurahan Jatimulyo, Purwosari, Pendoworejo, dan Giripurwo.
Satriagasa menjelaskan, pihaknya menjadi dosen pembimbingUnit Jatimulyo – Purwosari, dengan mahasiswa sebanyak 26 orang. Sedangkan Unit Pendoworejo – Giripurwo sebanyak 22 siswa, dengan dosen pembimbing, Bambang Hari Priyambodo.
“Adapun tema yang diusung unit kami adalah Optimalisasi Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Upaya Mendorong Ekonomi Inklusif di Desa Jatimulyo dan Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo,” kata Satriagasa dalam sambutan tertulisnya. Tema tersebut sengaja dipilih karena wilayah Girimulyo memiliki potensi besar, baik dari aspek pertanian, peternakan, kehutanan, maupun pariwisata berbasis alam dan masyarakat.
Pihaknya berharap, program-program yang akan dilaksanakan dapat mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan. Sekaligus memperkuat pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan sehingga masyarakat luas dapat merasakan manfaat ekonominya.
Satriagasa juga berpesan kepada para mahasiswa agar senantiasa menjaga nama baik UGM, menjaga etika dan sopan santun, serta menghargai adat istiadat budaya setempat, dan memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dari masyarakat Girimulyo yang kana dengan nilai-nilai kearifan lokal.
“Jadikan KKN ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga pengalaman hidup yang membentuk karakter, kepemimpinan, empati, dan tanggung jawab sosial sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan,” pintanya.

Sementara itu, Panewu Girimulyo menyampaikan apresiasi atas penempatan mahasiswa KKN-PPM UGM di wilayahnya, dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, serta mendukung pembangunan di Girimulyo secara berkelanjutan.
Pihaknya mendorong supaya mahasiswa mengeksplorasi potensi pengembangan tanaman sorgum sebagai alternatif pangan lokal. Sebab, sorgum berpeluang untuk mendukung ketahanan pangan. Sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras, jika bisa dikembangkan hingga tahap pengolahan dan pemasaran produk.
Pada kesempatan ini, Kapolsek dan Danramil Girimulyo turut mengingatkan agar para mahasiswa selalu mengutamakan keselamatan, selama menjalankan kegiatan di lapangan. Mengingat, kondisi topografi di Kalurahan Jatimulyo dan Purwosaricukup terjal dan beberapa titik rawan kecelakaan.

Selain itu, para mahasiswa juga mendapatkan masukan dari para pemangku kebijakan di wilayah tersebut. Di antaranya, dari Koordinator BPP Girimulyo yang menilai bahwa wilayah Jatimulyo memiliki potensi besar untuk pengembangan agro-eduwisata berbasis komoditas kopi dan kakao. BPP juga mendukung rencana pengolahan pupuk organik dari limbah ternak, serta pengembangan fasilitas dry house untuk membantu pengeringan hasil pertanian dan produk olahan masyarakat.
Masukan juga datang dari Kepala UPT Puskesmas Girimulyo I dan II yang menyatakan mendukung pengembangan usaha masyarakat, melalui fasilitasi perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta mendorong pemanfaatan sistem pembayaran digital bagi pelaku usaha wisata. (Adv./Ed-01)







