Pelaku UMKM Yogya Dituntut Berkelas di Era Digital

umkm
Pendampingan dan Pelatihan bagi Pelaku UMKM Kota Yogyakarta di Bank Jogja, baru-baru ini. (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi Pendampingan dan Pelatihan “Bela Beli, Berdaya Mulai dari Modal Lokal”, baru-baru ini.

Pendampingan dan Pelatihan yang diselenggarakan oleh PT BPR Bank Jogja (Perseroda) bersama Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta ini terbagi dalam empat sesi. Yakni, sesi public speaking, digital marketing, selling product, dan di sesi akhir, mereka praktik membuat konten video untuk mempromosikan produk media sosial.

Trainer dari Balai Telkomdik DIY, Bening Saraswati berpendapat bahwa di era digital seperti sekarang, UMKM dituntut tidak hanya naik kelas, melainkan juga berkelas sehingga diperlukan empat hal tersebut.

Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini mencontohkan, selling product yang lebih menekankan pada bagaimana seorang pelaku UMKM memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya kepada calon konsumen.

“Kalau produknya bagus tapi selling-nya tidak bagus, sama aja. Tapi, kalau produknya biasa saja, tapi selling-nya bagus, maka jadi goal,” jelas Bening usai memberikan pelatihan.

Untuk bisa memasarkan dengan baik, lanjut Bening, maka perlu pengetahuan tentang pemasaran secara digital (digital marketing). Termasuk, mengetahui tentang target pasarnya sehingga bisa mentukan konten di media sosial yang mendukung pemasaran produknya.

“Poinnya adalah mereka harus terus beradaptasi… Terima arus, ikutin arus, ciptakan arus,” tegasnya.

umkm
Sesi praktik membuat konten video dalam Pendampingan dan Pelatihan bagi pelaku UMKM. di Bank Jogja, baru-baru ini. (dok. kabarkota.com)

Salah satu peserta Pelatihan, Anies Kurniawati menilai, materi yang disampaikan oleh trainer tersebut sangat penting bagi pelaku UMKM seperti dirinya.

Misalnya, kata Anies, pengetahuan tentang public speaking penting bagi pelaku usaha supaya bisa menawarkan produknya dengan baik kepada konsumen. Begitu juga dengan pembuatan konten video untuk promosi produk di media sosial.

“Konten promosi itu cukup membantu, karena sekarang ini media sosial sangat besar pengaruhnya,” anggap Anies.

Dalam memproduksi konten produknya, Anies mengaku, selama ini masih dikerjakan sendiri sehingga praktik pembuatan konten video yang diberikan dalam pelatihan kali ini, cukup membantu untuk meningkatkan kemampuannya.

Tahun 2026, Bank Jogja Targetkan Rp 270 Miliar Penggelontoran Kredit UMKM 

umkm
Pihak Bank Jogja sedang memberikan penjelasan tentang kresit bagi UMKM di Kota Yogyakarta. (dok. kabarkota.com)

Sementara itu, Direktur Operasional dan Bisnis Bank Jogja Heri Sutanto menjelaskan bahwa guna mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan, maka pihaknya bersama Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta, juga memfokuskan diri pada ekspansi penyaluran kredit bagi pelaku UMKM, dengan semangat “Berdaya Mulai dari Modal Lokal” sepanjang tahun 2026.

Menurutnya, optimalisasi modal lokal menjadi kunci utama agar pelaku usaha di Yogyakarta mampu mandiri dan kompetitif.

“Selain itu, cara pendekatan ke calon debitur juga kami perkuat, sehingga pemberian modal tidak hanya sekadar transaksi, tetapi juga bentuk pendampingan yang solutif bagi pengembangan bisnis mereka,” kata Heri dalam pernyataan resminya.

Melalui pendekatan yang lebih personal, dan program pendampingan yang intensif ini, Bank Jogja menargetkan, dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha untuk naik kelas, selaras dengan semangat kolaborasi yang diusung dalam program pendampingan

Lebih lanjut Heri mengungkapkan, pada tahun 2025, pihaknya telah berhasil menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 260 Miliar. Sedangkan di tahun 2026 ini, pihaknya menargetkan penyaluran kredit tersebut mencapai Rp 270 Miliar, dengan mengoptimalkan penyaluran modal lokal yang lebih mudah diakses oleh pelaku usaha.

Dengan begitu, Heri berharap, dana yang tersalurkan itu nantinya benar-benar menjadi penggerak ekonomi di level lokal. (Rep-01)

Related posts