YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Puluhan aktivis Yogya melakukan konsolidasi untuk memperkuat Partai buruh, di Yogyakarta, pada Sabtu (4/7/2026). Konsolidasi ini dilakukan pasca Ferri Nuzarli mundur sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Buruh, yang diikuti dengan langkah serupa oleh Pimpinan Exco Provinsi Partai Buruh DIY, Irsad Ade Irawan.
Dalam konsolidasi aktivis Yogya ini, Wakil Presiden EXCO Pusat Partai Buruh, Agus Rusli Ardiansyah menilai, mundurnya Ferri Nuzarli sebagai Sekjen Partai Buruh merupakan hal yang biasa terjadi dalam dinamika Partai Politik.
Meskipun, pihaknya sangat menyayangkan pengunduran diri yang diikuti oleh gerbongnya Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), yang juga bagian dari unsur pelanjutan Partai Buruh. Namun, Agus menyatakan bahwa tetap menghargai keputusan politik tersebut, dan menjaga tali silaturrahim. Mengingat, tidak ada perdebatan substantif apalagi ideologis atas kemunduran mereka.
“Kami dari unsur SPI Yogyakarta siap mengisi kekosongan struktur Exco Provinsi sampai dengan Exco Kabupaten/Kota di DIY,” tegas pria yang juga Wakil Ketua Umum Sserikat Petani Indonesia (SPI) ini, dalam siaran persnya, pada Sabtu (4/7/2026).
Agus menyatakan bahwa pihaknya siap memenangkan Partai Buruh sebagai alat perjuangan politik bagi kaum tani
yang selama ini masih dimarjinalkan oleh Pemerintahan Daerah. Ia mengaku optimis, struktur baru di DIY dapat terbentuk dengan melibatkan unsur-unsur dari KPBI, KSBSI, KSPI, serta dukungan dari elemen gerakan rakyat di Yogyakarta. Termasuk, Jaringan Nasional Indonesia (JARNAS.INDO) yang merupakan organisasi Pemuda dan Mahasiswa yang tetap setia pada platform perjuangan Partai Buruh.
Ketua JARNAS.INDO Cabang Yogyakarta, Adnan Pambudi menyampaikan dukungannya atas restrukturisasi Partai Buruh di Yogyakarta. “Kami sudah menyiapkan kader-kader terbaik Organisasi JARNAS.INDO, mulai dari tingkat Provinsi sampai dengan kota/Kabupaten,” sambungnya.
Sedangkan untuk Ketua Exco Provinsi, lanjut Adnan, pihaknya masih menunggu arahan dari Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, yang sedang membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat di Yogyakarta.
Sementara itu, Damar Panca Mulya selaku Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Buruh berpendapat bahwa krisis ekonomi global yang terjadi saat ini turut memengaruhi arah ekonomi politik nasional, di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Menurutnya, Partai Buruh mempunyai kepentingan agar program pemerintah turut mengakomodasi kepentingan kelas Pekerja di indonesia, guna mencegah terjadinya krisis tersebut. Dengan begitu harapannya, regulasi yang dikeluarkan pemerintah berpegang teguh pada prinsip keadilan, kesejahteraan, dan perlindungan terhadap hak dasar warga negara sehingga dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami sebagai Kelas Pekerja tidak mau menjadi tumbal dari penyelamatan krisis Kapitalisme yang sudah semakin akut,” tegas Damar dalam siaran persnya, pada Sabtu (4/7/2026).
Oleh karena itu, Sekjen Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) ini menuntut, Program Strategis Nasional (PSN), seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Tiga Juta Perumahan rakyat, dan Sekolah Rakyat, tidak lagi menjadi ladang korupsi bagi kelompok oligarki, yang notabene selama ini menjadi parasit ekonomi di Negara. “Partai Buruh bersama gerakan rakyat harus mengintervensi program-program kerakyatan itu agar benar-benar bermanfaat bagi rakyat kecil dan tepat sasaran,” tegasnya.
Serikat Buruh Yogya akan Gelar Perpisahan dengan Partai Buruh
Sebelumnya, pada pada 27 Juni 2026 lalu, Irsad Ada Irawan menyatakan pengunduran dirinya sebagai Ketua Partai Buruh DIY. Keputusan ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus Partai Buruh di DIY, mulai dari Exco Provinsi, Exco Kabupaten/Kota, hingga Exco Kecamatan.
Selain itu, Irsad mengatakan, buruh di berbagai pabrik serta petani di pedesaan yang selama ini menjadi bagian dari basis dukungan Partai Buruh di DIY juga menyatakan keluar dari Partai Buruh.
“Bersamaan dengan itu, Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY menarik dukungannya terhadap Partai Buruh. Dengan demikian, Partai Buruh tidak lagi menjadi bagian dari MPBI DIY,” ucap Irsad dalam pernyataan tertulisnya.
Untuk penjelasan lebih lanjut terkait langkah dan sikapnya ke depan, pihaknya akan menyampaikan itu dalam Acara “Perpisahan Serikat Buruh dengan Partai Buruh”, pada 5 Juli 2026 besok. (Ed-01)







