KSPSI DIY Masuk Daftar Aktor Bentrokan dalam Demo di Simpang 4 Gramedia Yogya, Aktivis Buruh Angkat Bicara

demo di simpang 4 gramedia yogya
Ilustrasi: Situasi saat demo mahasiswa dan elemen masyarakat sipil di Simpang 4 Gramedia Yogyakarta, pada 1 September 2026. (dok. istimewa)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Aktivis buruh dari Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY angkat bicara terkait beredarnya infografis atau poster analisis dari SEMA UGM tentang peta aktor dan kronologi bentrokan dalam demonstarasi Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat di Simpang empat Gramedia – Jl. Cik Ditiro Yogyakarta, pada 1 September 2026 lalu.

Dalam infografis itu, nama organisasi DPD KSPSI DIY disebut sebagai salah satu bagian dari aktor utama yang memicu terjadinya bentrokan.

Read More

Humas MPBI DIY, Irsad Ade Irawan menagaskan bahwa DPD KSPSI DIY yang tercantum dalam poster analisis SEMA UGM itu tidak berkaitan sama sekali dengan DPD KSPSI DIY-ATUC/ITUC di bawah kepemimpinannya dan Kirnadi.

“Adanya kesamaan nama organisasi ini murni karena perbedaan organisasi atau serikat buruh dan kepengurusan,” ungkap Irsad dalam pernyataan tertulisnya, pada Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, DPD KSPSI DIY-ATUC/ITUC bersama dengan serikat-serikat buruh lain yang tergabung dalam MPBI DIY adalah elemen gerakan buruh progresif, yang secara historis selalu konsisten mengawal isu kerakyatan dan bergerak bersama mahasiswa, pertani, PKL, dan masyarakat sipil lainnya.

KSPSI DIY
Ilustrasi: Aktivis buruh dari KSPSI DIY ATUC/ITUC mengibarkan bendera mereka. (dok. kabarkota.com)

“Kami tidak terlibat, tidak memobilisasi massa kontra-demonstrasi, dan tidak membenarkan segala bentuk tindakan intimidasi maupun represif terhadap aksi damai mahasiswa,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum SEMA UGM, Mesa Syafitra menyampaikan permohonan maaf karena kurang jeli dalam memberikan informasi bahwa terhnyata ada dua kepemimpinan berbeda antara DPD KSPSI DIY dan DPD KSPSI DIY ATUC – ITUC.

“Kami kurang menjelaskan secara spesifik,” ucap Mesa saat dihubungi kabarkota.com.

Dalam poster itu, SEMA UGM menulis nama berinisial W dari DPD KSPSI DIY sebagai tokoh utama yang diduga memicu bentrokan pada Selasa (1/9/2026) malam itu.

Mesa mengaku, temuan nama tersebut bedasarkan hasil investigasi mandiri yang dilakukan oleh SEMA UGM.

Sebelumnya, pada 3 September 2026, puluhan mahasiswa dari berbagai univesitas yang tergabung dalam Massa aksi damai perempatan Gramedia juga menggelar konferensi pers gabungan di Bundaran UGM Yogyakarta.

demo mahasiswa ugm
Konferensi pers gabungan mahasiswa di Bundaran UGM, pada 3 September 2026. (dok. istimewa)

Mereka mengatakan, awalnya aksi pada 1 September itu berlangsung tertib. Massa aksi tidak membawa apapun, selain suara dan aspirasi, dengan komitmen penuh menjaga keselamatan publik dan fasilitas umum.

“Sejak massa mulai memadati lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, penyampaian aspirasi berjalan kondusif. Di tengah jalannya aksi, massa juga secara aktif dan kooperatif membukakan jalan bagi berbagai ambulans yang berlalu-lalang,” papar salah satu perwakilan mahasiswa.

Namun, lanjut dia, situasi mulai tidak kondusif sekitar pukul 19.15 WIB, ketika kelompok ormas preman melakukan provokasi yang memicu percekcokan hingga sempat memukul mundur massa aksi dari perempatan. (Rep-01)

Related posts