China Dituduh Memata-Matai Perusahaan di Amerika

BEIJING (KabarKota.com) – China memanggil Duta Besar Amerika Serikat, Max Baucus setelah negara adidaya itu menuduh lima perwira militer China meretas data perusahaan-perusahaan Amerika untuk mencuri rahasia dagang. Baucus bertemu dengan Asisten Menteri Luar Negeri China, Zheng Zeguang pada Senin (19/05) lalu.

Zheng  memprotes  pernyataan Amerika Serikat dan mengklaim dakwaan tersebut sangat serius. Tuduhan itu dapat merusak hubungan antara kedua negara.

Baca Juga:  3 Kecelakaan Paling Mengerikan dalam Olimpiade 2016

"Kami akan melihat perkembangan situasi. China  akan mengambil tindakan lebih lanjut terhadap apa yang dituduhkan oleh Amerika Serikat," tegas Zheng seperti dikutip CNN.

Zheng juga mendesak Amerika Serikat untuk menjelaskan adanya laporan bahwa Washington telah lama memata-matai pemerintah, perusahaan, universitas, dan bahkan individu di negeri tirai bambu itu.

Jaksa Federal Amerika Serikat telah menuduh para hacker yang merupakan perwira militer China meretas data-data perusahaan besar di Amerika Serikat, seperti Alcoa Inc , Allegheny Technologies Inc, United States Steel Corp, Toshiba Corp Unit Westinghouse Electric Co, anak perusahaan AS SolarWorld AG, dan Serikat Pekerja Baja.

Baca Juga:  Hacker Ini Terancam Hukuman 440 Tahun Penjara

Menurut dakwaan itu, lima terdakwa bekerja dengan Satuan Unit 61.398 Tentara Pembebasan Rakyat, yang "disewa" oleh perusahaan milik negara Cina untuk menyediakan layanan teknologi informasi, termasuk perakitan database intelijen perusahaan. (din/ CNN)