Febri Diansyah jadi Pengacara Istri Sambo, Pakar Hukum: Pilihan yang Kurang Pas

Febri Diansyah (dok. fb Febri Diansyah)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah menjadi pengacara istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Keputusan tersebut mendapatkan sorotan publik hingga menjadi trending topik di platform media sosial twitter, pada Kamis (29/8/2022).

Salah satu yang turut memberikan sorotan adalah Pakar Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Trisno Raharjo yang mengaku tidak mempermasalahkan pilihan Febri, dalam kapasitas eks jubir KPK ini sebagai pengacara. Hanya saja di mata publik terkesan kurang tepat.

“Pilihan yang memang terkadang kurang pas, karena melihat rekam jejaknya,” kata Trisno kepada kabarkota.com.

Trisno berpendapat bahwa pilihan itu akan menjadi bermasalah, jika klien yang dibela terkait korupsi. Mengingat, Febri pernah bekerja di KPK.

“Menurut saya, hal yang utama adalah mengedepankan profesional serta tidak disetir oleh klien seperti awal kasus Sambo sehingga penasihat hukum pun merasa mendapatkan informasi yang salah,” harapnya.

Selama ini, Febri dikenal sebagai aktivis anti-korupsi Indonesia. Sebelum menjadi Juru Bicara KPK, pria lulusan Fakultas Hukum UGM ini pernah aktif di Indonesia Corruption Watch (ICW). Sejak 17 Oktober 2020, Febri resmi mundur sebagai pengawai KPK.

Dalam pembelaan kasus yang membelit Putri Candrawathi, Febri tak sendirian. Rasamala Aritonang yang sebelumnya juga bekerja di KPK, kini masuk dalam tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan istrinya.

Sementara melalui cuitannya di akun twitter, Febri menulis yang pada intinya ia menyadari bahwa keputusannya mengkundang pro dan kontra. Namun keputusannya menjadi kuasa hukum Putri Candrawathi merupakan bentuk pilihan profesional sebagai advokat.

(dok. screenshot twitter @febridiansyah)

 

 

“Jadi sebagai advokat, saya akan dampingi perkara Bu Putri secara objektif dan faktual,” tulis Febri dalam unggahannya di twitter, pada 28 September 2022. (Rep-01)

Pos terkait