Ini Simulasi Penanganan Ledakan Nuklir di Yogyakarta

Simulasi pananganan nuklir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta di kompleks Badan Tenaga Nuklir (BATAN) Yogyakarta (10/9/2016) (Anisatul Umah/kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Sebuah ledakan terdengar dengan dentuman cukup keras di kawasan kompleks Badan Tenaga Nuklir (BATAN), Jalan Babarsari, Yogyakarta pagi ini. Ledakan tersebut berasal dari simulasi pananganan kegagalan teknologi nuklir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta.

BPBD DIY, BPBD Sleman, TNI, Polda DIY, Lanud Adisutjipto, SKPDD DIY dan SKPDD Sleman  ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Simulasi ini melibatkan 500 petugas dari berbagai gabungan  dan menggunakan  5 ambulance untuk proses evakuasi korban.

Baca Juga:  PM Islandia 'Korban Terbesar' Pertama Panama Papers

Kepala Pelaksana BPBD DIY,  Krido Suprayitno mengatakan penanganan terkait adanya radiasi nuklir sifatnya khusus, yaitu menggunakan  alat yang terstandarisasi.

“Sebelum disterilisasi oleh petugas BATAN mereka belum boleh di bawa keluar. Karena ada kemungkinan radiasi nuklir belum bersih, ” ungkapnya (10/9/2016)

Krido menambahkan ada dua zona yang dibedakan saat terjadi ledakan, seperti dalam simulasi ini. Pertama, zona kawasan dengan jarak 1 kilo meter dan zona inti dengan jarak 200 meter.

Baca Juga:  Agenda Event Yogya dalam Sepekan

“Zona 1 dengan jarak 200 meter harus steril. Warga di sekir harus dievakuasi,” jelasnya.

Kepala Pusat Jaminan Mutu Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA)  BATAN, Aris Bastianudin menjelaskan hanya petugas khusus yang boleh masuk ke dalam zona inti. Namun, harus dipastikan terlebih dahulu sejauh mana potensi dari ledakan tersebut oleh tim proteksi radiasi.

“Kalau sudah dikatakan aman. Tim lain baru boleh masuk,”ungkapnya.

Baca Juga:  PASTHY: Pasar Flora Fauna bak Kebun Binatang Mini di Yogya

Semua petugas yang masuk memiliki potensi untuk terkena radiasi, tambah Aris, sehingga mereka menggunakan baju khusus coverall dengan badan tertutup semua sehingga paparan radiasi tidak mengenai langsung. 

“Selain coverall, ada survey meter untuk mengetahui seberapa besar paparan radiasi,” tambahnya. (Rep-04/Ed-01 )