KPI DIY ajak Perempuan Pilih Caleg Perempuan

Aksi KPI DIY di kawasan titik nol km Yogyakarta, Selasa (9/4/2019). (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Wilayah DIY bersama sejumlah Calon Anggota Legislatif (Caleg) perempuan menggelar aksi bersama di kawasan titik nol km Yogyakarta, Selasa (9/4/2019).

Sekretaris Wilayah (Sekwil) KPI DIY, Halimah Ginting menjelaskan aksi kali ini sebagai bentuk gerakan untuk mengkampanyekan anti golput dan anti politik uang dalam Pemilu 2019, khususnya bagi kalangan perempuan.

Selain itu, pihaknya juga mendorong agar para perempuan dapat memilih Caleg perempuan sehingga keterwakilan 30% perempuan di parlemen dapat terpenuhi. Termasuk juga untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan.

Baca Juga:  Pasca Penobatan, Paku Alam X tak Otomatis jabat Wagub DIY

“Kami juga mendorong agar anggaran untuk program perlindungan sosial dan Jaminan Kesehatan Nasional untuk masyarakat, khususnya perempuan bisa diperbesar,” kata Halimah kepada wartawan di sela-sela aksinya.

Sedangkan terkait dengan gerakan anti politik uang, menurutnya penting untuk ditekankan karena money politic berpotensi besar menjadi sumber korupsi ketika nantinya para Caleg terpilih sebagai wakil rakyat.

Halimah berharap, keterlibatan perempuan tidak hanya pada saat pesta demokrasi saja, tetapi juga turut melakukan pemantauan terhadap para wakil rakyat perempuan yang terpilih, guna memastikan bahwa yang bersangkutan bisa bekerja sesuai dengan kontrak politiknya dengan masyarakat.

Baca Juga:  Cadangan Emas Freeport bisa "Selamatkan" Rupiah asal...

“Jika setelah terpilih mereka melanggar janji-janjinya, maka kami bisa mengeluarkan mosi tidak percaya,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, KPI DIY dan Caleg perempuan juga mengucapkan deklarasi yang menekankan pada sembilan poin penting. Diantaranya, menolak politik uang, menolak golput, dan menolak berita hoaks, serta bersatu walaupun berbeda pilihan.

Sementara salah seorang peserta aksi, Ipuk mengaku, dirinya menyambut positif gerakan tersebut, dan berharap agar para Caleg perempuan yang nantinya terpilih bisa benar-benar memperjuangkan hak-hak rakyat, utamanya rakyat miskin. Salah satunya, mampu menjaga kestabilan harga-harga sembako.

Bagi salah satu caleg perempuan peserta aksi, Zumala Eva Chandra Sari, memperjuangkan hak kaum perempuan, khususnya di bidang ekonomi menjadi tujuan yang akan ia perjuangkan ketika nantinya terpilih sebagai wakil rakyat di DPR RI.

Baca Juga:  Pemadaman Listrik 20 Oktober 2017 di Wilayah DIY

Zumala mengaku, sebagai orang yang sudah malang melintang selama 10 tahun terakhir sebagai pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), membuat dirinya memahami betul permasalahan yang dihadapi oleh para perempuan pelaku usaha.

“Saya punya program untuk memperjuangkan UMKM, dengan meningkatkan anggaran untuk kesejahteraan UMKM di DIY, karena selama ini masih banyak ibu-ibu (pelaku usaha) yang kekurangan modal usaha,” ucapnya kepada kabarkota.com. (Rep-01)