Malioboro Ramai, PKL Sepi Pembeli

  • Whatsapp

Situasi di Malioboro pada Minggu (15/8/2021) sore. (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 masih diterapkan, namun Kawasan Malioboro yang sebelumnya sempat ditutup untuk wisatawan, kini mulai dilonggarkan.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan kabarkota.com, pada Minggu (15/8/2021) sore, terlihat cukup banyak pengunjung di sepanjang Malioboro.

Namun ramainya pengunjung tersebut, tak serta merta membuat para Pedagang Kali Lima (PKL) menuai untung besar. Pasalnya, kebanyakan pedagang masih sepi pembeli.

Salah seorang pedagang di Malioboro, Maryati menganggap, kebanyakan pengunjung yang datang, rata-rata hanya berjalan-jalan saja.

“Minat belanjanya masih kurang,” ungkap Maryati kepada kabarkota.com.

Menurutnya, selama PPKM ini, omzet penjualan terbanyak hanya sekitar Rp 200 ribu per hari. Khususnya di hari Sabtu dan Minggu. Sementara di hari-hari lain, rata-rata sepi dan bahkan sering tidak ada pembeli sama sekali.

Padahal, kata Maryati, jika situasi normal sebelum pandemi, omzet penjualan di Malioboro saat ramai bisa mencapai lebih dari Rp 1 juta per hari.

Perempuan yang telah berjualan di Malioboro selama 15 tahun ini mengaku, dirinya sangat terdampak dengan adanya pandemi Covid-19, dan kebijakan PPKM dari pemerintah. Terlebih, selama ini dirinya juga sangat minim mendapatkan bantuan, baik dari pemerintah maupun non pemerintah.

“Pernah dapat bantuan sembako sekali, melalui paguyuban,” sambungnya.

Lebih lanjut Maryati berharap, selama masa pandemi ini, pemerintah bisa memberikan bantuan berupa permodalan bagi para pedagang sehingga tetap bisa bertahan dalam situasi yang sulit seperti sekarang.

Forum Warga Yogya Bagikan Bantuan Sembako

Di lain pihak, Forum Warga Yogyakarta (FWY) pada saat yang sama juga membagikan paket beras kepada masyarakat terdampak PPKM di kawasan Malioboro, termasuk para PKL.

“Bantuan ini penyalurannya juga melalui paguyuban,” kata Juru Bicara FWY, Dinta Julian Sukma.

Dinta menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai rangkaian dari aksi keprihatinan FWY di tengah minimnya perlindungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY terhadap rakyat yang terdampak pandemi Covid-19.

Pihaknya berharap, aksi sosial kemanusiaan tersebut bisa memberian manfaat bagi warga terdampak, terutama di tengah tidak adanya bantuan sosial dari Pemda. (Rep-01)

 

Pos terkait