Redakan Ketegangan, Nahdlatul Muhammadiyyin Apresiasi NU – Muhammadiyah

Ilustrasi (dok. sang pencerah)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Majelis Ilmu Nahdlatul Muhammadiyyin (NM) mengapresiasi langkah Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah yang mampu meredakan ketegangan di tengah dinamika jelang pelaksanaan peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-92 di Kota Yogyakarta, pada 5 Maret 2020.

Pengurus Majelis Ilmu NM, Mustofa W. Hasyim beranggapan bahwa riak-riak kecil dalam kebersamaan NU – Muhammadiyah menjadi ujian dalam dinamika hubungan bagi kedua organisasi tersebut.

Baca Juga:  Pro Kontra Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid

“Adanya persoalan dan sedikit ketegangan hubungan dalam membangun kehidupan masyarakat adalah hal yang lumrah dan lazim,” kata Mustofa dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/3/2020).

Menurutnya NU – Muhammadiyah terbukti mampu melewatinya dengan mulus dan berakhir dengan gembira.

“Kami berharap, NU – Muhammadiyah di DIY lebih aktif dalam upaya membentengi dan terus mendukung peran Keraton sebagai “Panjer” pemersatu umat.

Selain itu ke depan, lanjut Mustofa, keduanya bisa lebih meningkatkan sinergi dalam menguatkan kerja-kerja Islam, di bidang kemanusiaan, advokasi, dan pemberdayaan masyarakat yang selama ini telah dijalankan bersama.

Baca Juga:  Ribuan Santri NU ikuti Upacara Hari Santri Nasional, Ini Pesan Wagub DIY

Sebelumnya, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Yogyakarta sempat menyampaikan sikap keberatan atas rencana Pimpinan Cabang NU (PCNU) Kota Yogyakarta yang akan menggelar peringatan Harlah NU ke-93 di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. PCNU akhirnya memilih memindahkan lokasi kegiatan ke Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, demi menghindari gesekan. (Ed-01).