Silaturrahim Idul Fitri Masyarakat, Pemda DIY Siapkan 70 Gerobak Angkringan dan UMKM

idul fitri
Ilustrasi: antrean warga mengambil makanan usai bersalaman dengan Sultan saat open house Idul Fitri di Kompleks Kepatihan Yogyakarta. (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY siapkan 70 gerobak angkringan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk silaturrahim Idul Fitri masyarakat Yogyakarta di Kompleks Kepatihan, pada Senin (30/3/2026) mendatang.

Asisten Setda DIY Bidang Administrasi Umum, Srie Nurkyatsiwi mengatakan, kegiatan ini sekaligus untuk memperingati puncak Hari Jadi DIY ke-271.

Bacaan Lainnya

“Kehadiran puluhan gerobak ini menjadi bagian dari konsep ekonomi kerakyatan yang diusung dalam Puncak Peringatan Hari Jadi ke-271 DIY,” kata Srie melalui siaran pers Humas Pemda DIY, pada Jumat (27/3/2026).

Pihaknya menjelaskan, kegiatan ini dirancang agar lebih efektif dan efisien dengan mengintegrasikan dua momentum besar, sejalan dengan arahan pembatasan kegiatan dari pemerintah pusat.

“Pelibatan pelaku usaha kecil ini mencerminkan semangat guyub rukun sekaligus menghidupkan UMKM kuliner kita,” ungkap sambungnya.

Lebih lanjut Srie menyebut, berbagai hidangan disediakan, mulai dari menu khas angkringan seperti nasi kucing dan gorengan, hingga sajian soto, aneka jenis jenang, serta produk UMKM kuliner lokal lainnya.

“Ini sekaligus menonjolkan kearifan lokal Yogyakarta yang guyub rukun serta memberikan kenyamanan bagi warga yang hadir sesuai kapasitas yang tersedia,” imbuhmya.

Pranata Humas Ahli Madya Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Ditya Nanaryo Aji, menambahkan bahwa acara ini bertajuk Silaturahmi Idulfitri, bukan open house. Momentum ini menjadi sangat spesial karena pada tahun 2025 agenda serupa sempat ditiadakan.

“Tahun 2026 ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bertemu langsung dengan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur,” ucap Ditya.

Ditya menyampaikan, meski terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan jumlah, terdapat sejumlah aturan yang perlu diperhatikan demi kekhidmatan acara di Kepatihan. Diantaranya, mereka mengenakan pakaian yang sopan dan dilarang menggunakan sandal jepit. Selain itu, warga juga dilarang melakukan swafoto atau selfie maupun merekam video saat bersalaman dengan pimpinan daerah agar alur antrean tetap lancar.

“Masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan momen, karena kami menyediakan link download foto yang bisa diakses secara bebas setelah acara,” tegasnya

Terkait aksesibilitas, Pemda DIY juga memastikan kegiatan ini inklusif bagi seluruh warga. “Kami telah menyiapkan jalur khusus bagi penyandang disabilitas. Alurnya akan dibedakan agar rekan-rekan disabilitas mendapatkan prioritas dan kenyamanan selama prosesi silaturahmi berlangsung,” paparnya.

Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sambung Ditya, Pemda DIY menerapkan manajemen alur yang lebih ketat.

“Kunjungan masyarakat akan dilayani mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Gerbang akan ditutup tepat pukul 12.00 WIB untuk menuntaskan antrean yang sudah masuk,” ucapnya lagi.

Strategi penempatan kuliner di luar area Bangsal Kepatihan dilakukan untuk memecah kepadatan. Area Bangsal akan menjadi clear area khusus untuk prosesi jabat tangan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hemas, serta Sri Paduka Paku Alam X dan Gusti Putri. Setelah bersalaman, warga dapat langsung menikmati sajian kuliner di area terbuka. (Ed-01)

Pos terkait