Sultan Minta Masyarakat DIY tak Gelar Takbir Keliling

Ilustrasi (dok. seruji)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono (HB) X meminta masyarakat agar tak menggelar takbir keliling pada malam Idul Fitri 2021 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Sultan, guna mengurangi potensi kerumunan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“Esensi dari hari kemenangan adalah tercapainya fitrah, bukan sekedar selebrasi semata,” ucap Sultan, Kamis (6/5/2021).

Selain itu, Sultan juga menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mendukung kebijakan pemerintah pusat yang melarang para pemudik kembali ke kampung halaman, termasuk di Yogyakarta.

“Bagi warga masyarakat yang tidak memiliki kepentingan yang mendesak di luar rumah, saya harap tetap di rumah saja, dan memunda bepergian,” pinta Sultan.

Sultan memaparkan, sejak penerapan tujuh periode kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang dimulai pada 26 Januari – 5 Mei 2021, jumlah kasus Covid-19 di DIY turun cukup signifikan. Berdasarkan data per 9 Februari – 19 April 2021, kasus aktif Covid-19 turun dari 6.055 kasus menjadi 4.557 kasus (12.93 persen). Selain itu, persentase kesembuhan naik, dari sebelumnya 72.43 persen menjadi 85,24 persen. Sedangkan tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) turun dari 63 persen menjadi 45.14 persen.

Namun demikian, Sultan juga mengungkapkan, sejak 3 Mei 2021, terdapat 9 RT di wilayah DIY yang masuk dalam zona merah Covid-19, dan 21 RT termasuk zona orange.

“Hal itu membuktikan bahwa kondisi krisis masih sering terjadi di DIY, meskipun PPKM mikro telah diterakan secara ketat,” tegas Sultan.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan, serta meningkatkan pembatasan kegiatan masyarakat. “Partisipasi warga di tingkat RT/RW guna meminimalisir penyebaran Covid-19, melalui Jagawarga juga harus diperkuat,” ucap Sultan.

Melalui jagawarga ini yang menekankan pada prinsip gotong-royong ini, lanjut Sultan, masyarakat diminta ikut melakukan kontrol terhadap para pendatang yang akan masuk ke wilayah mereka masing-masing.

Sebelumnya, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi juga menyatakan bahwa kegiatan takbir keliling di Kota Yogyakarta akan ditiadakan. Sedangkan takbir di masjid masih bisa dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta tidak melibatkan anak-anak.

Untuk salat id di Zona hijau dan kuning PPKM Mikro dapat dilakukan secara berjemaah, baik dilakukan di mesjid meupun lahan kosong yang luas atau jalan gang di RT/RW setempat, dengan kapasitas maksimal 50 persen dan menjaga jarak. Sementara untuk wilayah zona orange dan merah, warga diimbau untuk melaksanakan salat ied di rumah masing-masing. (Rep-01)

Pos terkait