2 Siswa SMP Negeri 1 Seyegan Rancang TERMIKU-MBG

Dua siswa SMP Negeri 1 Seyegan menunjukkan hasil karya TERMIKU-MBG. (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Kasus keracunan pada siswa setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah menjadi keprihatinan bagi banyak pihak. Termasuk, bagi para siswa sendiri.

Hal itu yang menjadi salah satu pendorong dua siswa SMP Negeri 1 Seyegan, Seyegan, Sleman sedang merancang  website berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) bernama TERMIKU-MBG, guna meminimalisir keracunan MBG di sekolah. Dua siswa yang dimaksud adalah Emilia Visca Della Verita dan Fairuz Nathania Krasiva.

Read More

Fairuz menjelaskan, melalui website TERMIKU-MBG ini nantinya, suhu dan kadar gizi makanan dapat terdeteksi secara otomatis.

“Di web itu nanti, kalau suhunya bagus, itu bakal ada warna hijau… Kalau suhunya sedang, di warna oranye. Terus warna merah itu kalau kategorinya sudah berbahaya. Terus nanti masuk ke statistik lagi, dan ada kesimpulannya di akhir,” papar Fairuz ketika ditemui di Satuan Penyelenggara Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, baru-baru ini.

Kesimpulan itu, lanjut Fairuz, yang akan menentukan MBG hari itu bisa dibagikan ke siswa atau dikembalikan ke SPPG.

Sedangkan Emilia menambahkan, saat ini, karyanya tersebut masih dalam bentuk prototip dan di-ujicoba di SPPG Margomulyo, sembari diikutkan dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026.

Emilia menjelaskan, proses perancangan dimulai sekitar bulan Februari – Juni 2026, di bawah bimbingan seorang guru mata pelajaran informatika di sekolahnya.

Untuk pengkodingan dan pengembangannya, sebut Emilia, dibantu dengan prompting ke model AI, dengan membandingkan efektivitas antara Loveable dan Claude.

Sedangkan perkiraan biayan yang dihabiskan untuk pengembangan proyek penelitian tersebut sekitar Rp 1,5 juta, yang diperoleh dari bantuan sekolah dan biaya mandiri.

SPPG
Kepala SPPG Margomulyo, Joni Prasetyo. (dok. kabarkota.com)

Sementara itu, Kepala SPPG Margomulyo, Joni Prasetyo menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua siswa tersebut, demi peningkatan mutu konsumsi MBG di sekolah-sekolah.

“Kami mendukung dan memfasilitasi mereka untuk meneliti di SPPG Margomulyo,” tegas Joni.

Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi adanya kolaborasi dengan lintas sektor, terutama di dunia pendidikan. Mengingat, program ini teidak bisa berjalan sendiri, tanpa keterlibatan banyak pihak. Termasuk SPPG dan dunia pendidikan.

Lebih lanjut Joni berharap, ke depan, produk teknologi karya siswa SMP Negeri 1 Seyegan ini bisa dikembangkan dan bisa dimanfaatkan secara luas oleh sekolah-sekolah lain. (Rep-01)

Related posts