Ditanya Target Penuntasan Kasus Simpatisan PPP, Kapolda DIY: Doakan Saja…

Ilustrasi: pemakaman simpatisan PPP korban bom molotov di Mlati, Didin Suparyanto pada 18 April 2016 lalu (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Kinerja kepolisian DIY dalam mengungkap sejumlah kasus dalam waktu yang terhitung cepat mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Mulai dari penangkapan pelaku penembakan misterius di Bantul, pelaku penyayatan di Kota Yogyakarta, dan pelaku pembunuhan terhadap mahasiswi UGM.

Hanya saja, Polda DIY masih memiliki beberapa kasus yang juga menjadi perhatian publik dan belum terungkap setelah cukup lama peristiwanya terjadi. Salah satunya, kasus kematian simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Didin Suparyanto, di Mlati Sleman, 17 April 2016 lalu.

Baca Juga:  Beredar Tarif Biaya Tilang Terbaru, Begini Klarifikasi dari Kepolisian

Kapolda DIY, Prasta Wahyu Hidayat saat ditanya wartawan terkait target penuntasan kasus tersebut justru tak banyak komentar. “Doakan saja secepatnya. Kayaknya ikannya sudah kelihatan, tinggal nyet saja,” ucap Kapolda DIY sembari tersenyum, di Mapolda DIY, Rabu (4/5/2016).

Sementara sebelumnya, Wakil Direskrimum Polda DIY, Djohandani menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut. Namun, belum mengarah pada tersangka.

“Terkesan lambat kenapa? Karena tiap perkara di TKP perlu pendukung keterangan saksi, tidak semua saksi bisa memberikan keterangan yang sama,” dalih Djohandani, Selasa (3/4/2016), di Polda DIY.

Baca Juga:  Belajar dari Kasus Investasi Properti "Bodong" Majestic Land

Terkait rekaman CCTV, menurutnya tak cukup membantu pengungkapan pelaku pelemparan karena kualitas gambarnya yang tidak cukup jelas untuk dianalisa lebih lanjut.

Sementara dihubungi terpisah, Ketua Laskar Macan Loreng Sleman, Yudi berharap segera ada titik terang atas kasus yang mengakibatkan rekannya meninggal dunia tersebut.

“Yang lebih berwenang dan lebih tahu untuk menangani kasus ini adalah dari pihak aparat kepolisian. Jadi sepenuhnya kami percayakan,” kata Yudi kepada kabarkota.com, Rabu (4/5/2016).

Baca Juga:  Gerakan Tagar 2019 Ganti Presiden Menuai Penolakan di Daerah, Bagaimana dengan Yogyakarta?

Didin Suparyanto meninggal dunia pasca terkena lemparan bom molotov dari orang tak dikenal, dalam perjalanan pulang usai mengikuti tabligh akbar di lapangan Mlati. Akibat luka di leher yang dialaminya, korban menghembuskan nafas terakhir di tempat kejadian. Sementara seorang korban lainnya, Taufan yang mengemudikan motor bersama Didin juga mengalami luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit. (Rep-03/Ed-03)