Kepopuleran Jokowi Kalahkan Barack Obama

Ilustrasi: Polling TIMES untuk Jokowi (sumber: news.liputan6.com)

Jakarta (ANTARA News) – Jelang penghujung tahun 2014,  Redaksi Majalah asal Amerika Serikat (AS) TIME, menobatkan para pejuang pemberantas penyakit ebola menjadi tokoh tahun ini (Person of The Year 2014).

Dalam situs resminya TIME menyebutkan bahwa kebaikan hati dan pengorbanan para pejuang pemberantas penyakit ebola (ebola fighters) menjadi alasan bagi mereka untuk memilihnya sebagai Time 2014 Person of The Year.

"Seluruh dunia bisa tidur di malam hari karena sekelompok pria dan wanita yang bersedia berdiri dan melawan penyakit tersebut. Untuk tindakan tak kenal lelah, keberanian dan belas kasihan, pengorbanan dan penyelamatan, para pejuang ebola," tulis Nancy Gibbs, Pimpinan Redaksi Majalah TIMES.

Baca Juga:  Eksekusi Mati Siti Zaenab, Upaya Pembebasan yang Kandas di Tangan Ahli Waris Korban

Adapun para dokter dan perawat penyakit ebola menduduki peringkat kelima Tokoh Tahun 2014 dengan meraih 4,5 persen dari pembaca yang mengunjungi website majalah tersebut.

Sementara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) berada di peringkat delapan, dan mengalahkan kepopuleran Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama yang berada di urutan ke-11.

Person of The Year 2014 berdasarkan pilihan pembaca ini ditentukan melalui jajak pendapat terbuka, dan terjaring  25 besar, yakni:

Baca Juga:  Usai "Black Monday", Saham di Asia Masih Berjatuhan

1. Narendra Modi (16,2%)
2. Ferguson Protestors (9,2%)
3. Joshua Wong (7%)
4. Malala Yousafzal (4,9%)
5. Ebola Doctors and Nurses (4,5%)
6. Vladimir Putin (4,3%)
7. Laverne Cox (3,4%)
8. Joko Widodo (2,7%)
9. Pope Francis (2,6%)
10. Chibok Girls (2,5%)
11. Barack Obama (2,2%)
12. Beyonce (2,1%)
13. Jennifer Lawrance (2%)
14. Angela Merkel (1,8%)
15. Taylor Swift (1,7%)
16. John Oliver (1,6%)
17. Elon Musk (1,6%)
18. Tim Cook (1,5%)
19. Elizabeth Warren (1,4%)
20. Pete Frates and Pat Quinn (1,3%)
21. Hillary Clinton (1,2%)
22. Christopher Nolan (1,2%)
23. Shonda Rhimes (1,2%)
24. Xi Jinping (1,2%)
25. Jack Ma (1,2%). (Antara)

Baca Juga:  AS Klaim Fusi Nuklir Menjadi Energi Murah Masa Depan