Rentan Kanker Serviks, Perempuan di atas 30 Tahun Perlu Pap Smear

SLEMAN (kabarkota.com) – Kanker Serviks (ca cervix) atau kanker leher rahim merupakan jenis penyakit yang paling sering terjadi, sekaligus ditakuti oleh kaum perempuan.

Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman, Joko Hastaryo menyebutkan, gejala umum yang dialami oleh para penderita kanker serviks di antaranya, pendarahan tapi bukan haid, keputihan, gangguan saat buang air kecil, dan dyspareunia.

Oleh karenanya, Joko menyarankan, agar perempuan yang sudah menikah atau berusia di atas 30 tahun dapat melakukan deteksi dini, dengan pemeriksaan pap smear atau pun IVA (Inspeksi Visual Asam) test secara rutin.

Bagi masyarakat, kata Joko, memang tidak ada jenis makanan yang perlu dihindari untuk mencegah tumbuhnya kanker ini. “Umumnya, edukasi bagi perempuan untuk mencegah kanker ini adalah dengan menghindari ganti-ganti pasangan,” kata Joko kepada kabarkota.com melalui whatsapp, Jumat (5/9) malam.

Dari laman wikipedia, kanker serviks merupakan sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) onkogenik, dan menyerang leher rahim. Pada stadium awal, umumnya kanker jenis ini tanpa gejala sehingga sulit terdeteksi, tanpa pengecekan medis tersebut.

Penggunaan secara luas program penapisan melalui pap smear dan IVA di negara-negara berkembang bisa mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif  lebih dari 50 persen.

Sementara di Indonesia, baru sekitar 5 persen yang melakukan penapisan Kanker Leher Rahim. Akibatnya, 76,6 persen pasien ketika terdeteksi sudah memasuki Stadium Lanjut (IIIB ke atas) sehingga harus menjalani kemoterapi  atau pun radioterapi sebagai upaya pengobatan. (tri)

Pos terkait