Saat Hujan Disertai Petir, BMKG DIY Imbau HP Tak Diaktifkan di Area Ini

Ilustrasi (dok. kabarkota.com)

SLEMAN (kabarkota.com) – Saat musim pancaroba, hujan lebat disertai petir dan angin kencang biasa terjadi. Oleh karenanya, Stasiun Klimatologi (Staklim) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengimbau masyarakat agar mewasdai berbagai potensi bencana.

Prakirawaan Staklim BMKG DIY, Sigit
Prakoso menyebut, diantara bencana alam yang berpotensi terjadi adalah banjir dan tanah longsor, sehingga masyarakat dihadapjan dapat memperbaiki ataupun memperlancar saluran air, dan melakukan pengecekan di tebing-tebing yang tanahnya ŕetak. Selain itu, masyarakat perlu memangkas ranting atau meremajakan pohon tua berakar dangkal
guna menghindari pohon tumbang

Baca Juga:  Mahasiswa Protes Penegak Hukum Tebang Pilih Terhadap Aksi 4 Desember 2016

Namun, tak hanya masalah lingkungan yang perlu diperhatikan guna menghindari bencana, keselamatan individu juga penting dilindungi. Salah satunya, dengan tak mengaktifkan HP di area petir karena bisa membayakan keselamatan jiwa.

“Pada daerah tersebut berpotensi terjadi sambaran petir dengan tipe cloud to ground,” jelas Sigit, Jumat (9/11/2018).

Menurut Sigit, yang dimaksud area sambaran petir adalah daerah di sekitar lokasi keberadaan awan Cumulunimbus (Cb).

Baca Juga:  Potensi Hujan Lebat Diprediksi masih akan Terjadi di DIY

Hujan Lebat Disertai Petir Diperkirakan Terjadi Hari Ini, di sejumlah wilayah. Antara lain:

1. Wilayah Gunungkidul: Semin, Ponjong, Karangmojo, Nglipar, Gedangsari, dan Wonosari.

2. Wilayah Sleman: Godean, dan Gamping.

3. Wilayah Kulonprogo: Girimulyo, Kokap, Samigaluh, dan Kalibawang, dan dapat meluas ke wilayah lainnya di Gunung Kidul, Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta.

“Kami memperkirakan, hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih akan berlangsung hingga pkl. 15.00 WIB,” tegasnya. (Ed-03)

Baca Juga:  Urusan Keistimewaan Dinilai belum Jadi Prioritas Pembangunan Kabupaten/Kota