Alat Temuan UGM ini bisa Deteksi Covid-19 dalam 80 detik

GeNose, alat pendeteksi Covid-19 temuan UGM (dok. ugm)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menemukan alat pendeteksi gejala Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) hanya dalam 80 detik.

Teknologi yang dinamai GeNose ini, menurut salah satu anggota tim penelitinya, Kuwat Triyono,bisa mendeteksi Covid-9 melalui hembusan nafas.

“Tidak kurang dari 2 menit hasil tes sudah dapat diketahui apakah positif atau negatif Covid-19,” ungkap Kuwat sebagaimana dilansir dari laman UGM, Minggu (27/9/2020).

Selain itu, sambung Kuwat, GeNose juga memiliki akurasi yang tinggi dan penggunaannya jauh lebih terjangkau dibandingkan tes usap PSC (swap). Mengingat, satu unit GeNose yang diperkirakan seharga Rp 40 juta ini dapat digunakan untuk 100 ribu pemeriksaan.

Baca Juga:  20 Orang dari Klaster Soto Lamongan di Yogya Positif Corona

“Untuk saat ini kemampuan produksi optimum sekitar 50 ribu unit per bulannya,” imbuhnya.

Peneliti GeNose lainnya, Dian Kesumapramudya Nurputra, menambahkan, teknologi ini bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 dan keluar bersama melalui hembusan nafas ke dalam kantong khusus.

Selanjutnya, hembusan nafas akan diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).

Baca Juga:  Gubernur Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 di DIY

Dian juga menerangkan bahwa GeNose telah melalui uji profiling dengan menggunakan 600 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid Bambanglipuro di Yogyakarta. Hasilnya menunjukkan tingkat akurasi tinggi, yakni sekitar 97 persen.

Saat ini GeNose tengah memasuki uji klinis tahap kedua, dan telah diserah terimakan ke Kemenristek/BRIN, pada 24 September 2020 lalu.

Menristek/BRIN, Bambang Brodjonegoro menyatakan, pihaknya mengapresiasi alat yang dikembangkan oleh UGM tersebut, dengan siap mendukung uji kinis lanjutan dari GeNose ini.

Baca Juga:  El Nino Berpeluang Muncul di DIY, BMKG Imbau Masyarakat tak Panik

Pihaknya juga berharap, GeNose bisa segera dimanfaatkan secara masif oleh masyarakat, setidaknya pada Desember 2020 mendatang.
.
“Jika sudah uji klinis dan mendapat ijin edar dari Kemenkes, pastikan alat ini nantinya disampaikan kepada Satgas sehingga bisa menjadi alat tes untuk membantu upaya Indoensia meningkatkan ratio testing,” pintanya. (Ed-01)