YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang melakukan audiensi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, pada Selasa (23/12/2025).
Salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut terkait dengan suplai bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di DIY.
Nanik mengatakan, selama ini kebutuhan bahan baku untuk penyediaan MBG sangat tinggi. Pihaknya khawatir, hal tersebut akan memicu terjadinya inflasi, dan memunculkan problem kekurangan suplai bahan baku.
“Ternyata Pak Gubernur sudah ada program namanya Lumbung Mataraman yang terintegrasi dengan peternakan dan pertanian. Lumbung Mataram ini insyaallah akan memasok dapur-dapur MBG,” ungkap Nanik melalui siaran pers Humas Pemda DIY.
Oleh karenanya, Nanik berharap, dengan adanya Lumbung Mataraman ini, tidak akan ada lagi yang membeli bahan baku pangan dari luar DIY sehingga terwujud kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Mengingat, Sultan juga meminjamkan Tanah Kas Desa sekitar 1 hektar per desa untuk menanam sayuran, buah-buahan, dan peternakan.
“Nanti saat sosialisasi, kami akan sampaikan bahwa DIY sudah mempelopori ini,” tegasnya.
Pada kesempatan ini, Nanik juga mensosialisasikan tentang Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG kepada Gubernur DIY. Perpres ini menyebutkan bahwa penerima manfaat kini juga ditujukan kepada ibu hamil, menyusui, dan kelompok lainnya yang mencakup pendidik dan tenaga kependidikan.
Selain itu, lanjut Nanik, Perpres tersebut juga menekankan bahwa bahan baku MBG tidak boleh menggunakan bahan pabrikan, melainkan semua harus produk lokal.
“Nantinya, UMKM, ibu-ibu, PKK, kantin sekolah semua akan hidup,” sambungnya. Sebab, roti tidak diproduksi oleh pabrik, melainkan dibuat oleh kantin. Sedangkan ibu-ibu, PKK, dan UMKM akan diberdayakan untuk menyiapkan lauk-lauk, seperti nugget atau makanan anak-anak lainnya.
Sementara itu, Sultan menyatakan, Lumbung Mataraman yang akan menjadi pemasok kebutuhan bahan baku MBG merupakan salah satu bentuk dukungan Pemda DIY terhadap pelaksanaan program pemerintah tersebut.
Melalui program Lumbung Mataraman ini, Sultan juga berharap, pemenuhan kebutuhan bahan baku pangan program MBG berasal dari petani langsung, bukan melalui pasar sehingga mampu menjaga stabilitas pasokan. Sekaligus, memperkuat ekonomi masyarakat perdesaan.
“Dengan pola seperti ini, masyarakat di desa itu juga bisa mendapat penghasilan,” tuturnya. (Ed-01)







