Gara-gara Pernyataan Menteri PPPA, Aktivis Sosial asal Yogya Surati Presiden Prabowo

kecelakaan ka
Surat yang akan dikirim ke Presiden Prabowo, pada Rabu (29/4/2026). (dok. istimewa)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Aktivis sosial asal Yogyakarta, Baharuddin Kamba mengirim surat ke Presiden, Prabowo Subianto, pada Rabu (29/4/2026).

Bahar mengatakan, isi surat tersebut sebagai respon atas pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi yang mengusulkan gerbong khusus perempuan dipindah ke bagian tengah rangkaian KRL. Sedangkan gerbong laki-laki di depan dan belakang, pasca kecelakaan KA di Bekasi Timur.

Menurutnya, pernyataan tersebut terkesan menjadikan laki-laki sebagai ‘tumbal’.

“Padahal sekuat apa pun laki-laki, jika ditabrak kendaraan… apalagi kereta api tetap saja hancur,” tegas Bahar dalam siaran persnya, pada Rabu (29/4/2026).

Bahar menilai, pernyataan Menteri PPPA itu tidak sepantasnya dilontarkan, karena tidak relevan dan menyentuh persoalan utama dalam layanan perkeretaapian.

Dia menganggap, penempatan gerbong bagi penumpang perempuan maupun laki-laki dimanapun tidak berkaitan dengan aspek keselamatan penumpang sehingga semua perlu diselamatkan.

Bahar berpendapat bahwa kualitas layanan perkeretaapian harus memenuhi prinsip keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, sebaimana diatur pada Pasal 3 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Oleh karenanya melalui surat tersebut, Bahar mendesak agar menteri PPPA mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggung-jawaban pejabat publik atas pernyataannya tersebut

Jika Menteri PPPA Arifah Fauzi tidak bersedia mundur dari jabatannya, lanjut Bahar, maka Presiden Prabowo Subianto yang memiliki hak prerogatif semestinya mencopot Arifah Fauzi sebagai Menteri PPPA, guna menjaga marwah dan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinannya. (Ed-01)

Related posts