Parkir Bus Ditutup, TKP Senopati Yogya jadi Pusat Wisata Kuliner Tengah Kota

angkringan
Beragam menu angkringan di Plataran Senopati Yogyakarta. (dok. kabarkota.com)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memutuskan bahwa lokasi tersebut tak lagi menjadi tempat parkir bus berukuran besar, para pelaku wisata di Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati harus memutar otak supaya mereka tetap bisa bertahan hidup.

Para pengelola parkir dan pedagang yang tergabung dalam Koperasi Senopati itu, kini berupaya menyulap lokasi tersebut menjadi pusat wisata kuliner. Salah satunya, dengan membuka “Plataran Senopati”, pada 2 Mei 2026.

Read More

Ketua Koperasi Senopati, Harjito mengatakan, sejak penutupan parkir pariwisata, dan hanya parkir mobil yang diperbolehkan, maka para pelaku wisata di TKP Senopati mengalami penurunan ekonomi yang sangat drastis.

angkringan
Ketua Koperasi Senopati Yogyakarta, Harjito. (dok. kabarkota.com)

Sementara para pelaku wisata yang terdampak mencapai 500 orang, dan mayoritas menghidupi keluarga mereka yang jumlahnya lebih dari dua orang.

“Ketika parkir untuk bus ditutup, anggota kami berserta keluarganya yang terdampak ada sekitar 1.500 orang yang bisa dikatakan sulit untuk makan.” ucapnya. Terlebih, ada sebagian dari mereka yang terlanjur mengajukan pinjaman modal ke lembaga keuangan, sebelum keputusan penutupan TKP Senopati untuk parkir bus pariwisata.

Hal tersebut mendorong mereka menyampaikan keluh kesah dan berdialog dengan Walikota Yogyakarta untuk mencari solusi bersama.

“Akhirnya, parkiran sisi barat ini kami tutup untuk membuka angkringan Plataran Senopati,” kata Harjito kepada wartawan di sela-sela pembukaan angkringan yang berlokasi di depan Gedung Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, pada Sabtu (2/5/2026).

angkringan
Suasana saat pembukaan Plataran Senopati Yogyakarta, pada Sabtu (2/5/2026). (dok. kabarkota.com)

Sedangkan sisi timur dan tengah masih bisa digunakan untuk parkir kendaraan roda empat, dan minibus. Harjito menilai, lokasi di Kawasan Titik Nol Km Yogyakarta ini sangat strategis sebagai Pusat Wisata Kuliner.

Konsep Angkringan dan Harapan Keberlanjutan

Koordinator Pelaksana Plataran Senopati Yogyakarta, Andi Erwanto menambahkan, konsep angkringan ini hampir mirip dengan Pendopo Lawas yang ada di Alun-alun Utara dan Alun Alun-alun Selatan Keraton Yogyakarta.

“Menunya, sate satean, gorengan, dan jajanan pasar,” jelas Andi.

Dengan melibatkan sedikitnya 33 pedagang lapak, 20 pedagang asongan, dan 15 juru parkir, Plataran Senopati akan buka setiap hari, mulai pukul 16.00 – 23.00 WIB.

Andi berharap, Pemkot memberikan dukungan dan bimbingan agar Plataran Senopati semakin berkembang dan menjadi destinasi wisata baru di pusat kota Yogyakarta.

angkringan
Koordinator Pelaksana Plataran Senopati Yogyakarta, Andi Erwanto saat memberikan sambutan, pada Sabtu (2/5/2026). (dok. kabarkota.com)

Pada kesempatan tersebut, Komandan di Komando Distrik Militer (Kodim) 0734/Kota Yogyakarta, Kolonel Inf. Arif Setiyono menilai, Plataran Senopati ini sebagai inovasi dari para pelaku wisata yang layak didukung.

“Kami sangat mendukung upaya-upaya yang membawa kota Yogyakarta lebih baik untuk kemajuan Kota dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ucap Dandim dalam sambutannya.

Pihaknya juga berharap, usaha ini nantinya bisa berkelanjutan hingga menjadi salah satu tempat favorit wisatawan, guna menyangga Kawasan Malioboro.

Sementara itu, salah satu pengunjung Plataran Senopati, Arsha Shara mengaku tertarik dengan adanya tempat kuliner baru di Kawasan Titik Nol Km Yogyakarta ini.

angkringan
Antrean Pengunjung di Plataran Senopati, pada Sabtu (2/5/2026). (dok. kabarkota,com)

“Untuk wisatawan yang ingin mecari makanan juga boleh ke sini karena di sini menu makanannya tradisional dan rasanya enak,” kata Arsha. (Rep-01)

Related posts