Gelombang Demo Mahasiswa Yogya terus Berlanjut

demo mahasiswa
Ilustrasi: Aksi mahasiswa UGM di GIK, pada 15 Juni 2026. (dok. istimewa)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Dalam beberapa hari terakhir, khususnya semenjak pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pada 10 Juni 2026 lalu, Yogyakarta diwarnai dengan gelombang demonstrasi mahasiswa dari berbagai kampus, dan jaringan masyarakat sipil.

Termasuk, gelombang demo yang akan digelar oleh 500-an mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yang tergabung dalam Aliansi UMY Bergerak, di Titik Nol km Yogyakarta, pada Rabu (17/6/2026), mulai pukul 13.00 WIB.

Read More

Dalam demo yang bertema “Menuju Pembebasan Nasional”, Aliansi UMY Bergerak menyampaikan sejumlah tuntutan. Beberapa di antaranya,turunkan harga BBM, kebutuhan pokok, dan kebutuhan produksi rakyat; hentikan program dan kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, termasuk MBG, Koperasi Merah Putih, dan proyek-proyek strategis nasional yang merugikan rakyat.

Mereka juga meminta agar pemerintah memprioritaskan APBN untuk pendidikan dan kesehatan; serta menuntut Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bertanggung agar bertanggung-jawab atas kebijakan yang merugikan rakyat, atau mengundurkan diri dari jabatannya.

Di waktu yang sama, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara DIY pun berencana melakukan Aksi “Dandan Negoro” (memperbaiki negara), di Kawasan Titik Nol Km Yogyakarta.

Selain itu, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) akan menggelar konferensi pers terkait beredarnya berbagai narasi, potongan video, serta pemberitaan terkait aksi mahasiswa di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, baru-baru ini. Konferensi pers kali ini akan digelar di Balairung UGM, pada pukul 14.30 WIB.

Gelombang Aksi Protes Mahasiswa Yogya pasca Kenaikan Harga BBM

Aksi mahasiswa UII di Kawasan Malioboro Yogyakarta, pada 15 Juni 2026. (dok, istimewa)

Sebelumnya, gelombang protes pasca isu kenaikan BBM dan pelemahan ekonomi, terjadi di Yogyakarta.

Pertama, aksi Gejayan Memanggil di pertigaan Gejayan Yogyakarta, pada 13 Juni 2026.

Dalam aksi ini, mereka mendesak penurunan harga BBM dan harga kebutuhan pokok, evaluasi program MBG dan KDMP, reformasi Polri, penolakan militerisme di ruang sipil, serta protes terhadap pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, dan menuntut perbaikan kondisi ekonoomi nasional.

Kemudian pada 15 Juni 2026, puluhan maasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Bisnis – Ekonomika Universitas Islam Indonesia (UII) melakukan aksi Long March ke Malioboro hingga Titik Nol Yogyakarta.

Para mahasiswa ini mengusung tema “Menuju Indonesia Bangkrut”, dengan tuntutan penurunan harga BBM dan harga bahan pokok, evaluasi MBG dan KDMP, reformasi Polri, serta perbaikan tata kelola fiskal negara.

Sementara pada malam harinya, puluhan mahasiswa UGM melakukan aksi interupsi dan pencegatan Pejabat negara, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

Para mahasiswa mendatangi forum diskusi yang menghadirkan sejumlah menteri dan wakil menteri Prabowo – Gibran, yakni Nusron Wahid, Sudaryono, dan Budiman Sudjatmiko.

Puluhan mahasiswa UGM tersebut mendesak para pejabat itu menjawab kritik terkait kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, serta bebagai isu yang sebelumnya mereka sampaikan juga dalam aksi Gejayan maupun Malioboro.

demo mahasiswa
Menteri Prabowo – Gibran, Budiman Sudjatmiko di tengah-tengah massa saat aksi interupsi dan kritik mahasiswa di GIK UGM, pada 15 Juni 2026 malam. (dok, istimewa)

Selanjutnya, Aksi Solidaritas Mahasiswa dan Dosen UGM, di kampus UGM, pada 16 Juni 2026. Mereka menyoroti tentang supremasi sipil, demokrasi, kenaikan harga BBM dan harga bahan pokok, serta kondisi ekonomi nasional. (Ed-01)

Related posts