Siapkan New Normal di Sektor Pariwisata, Pemda Gandeng GIPI DIY

Kegiatan 2D1N di Bandara YIA (dok. humas Pemda DIY)

YOGYAKARTA (kabarkota.com) – Guna mempersiapkan sektor pariwisata menuju new normal, Pemerintah Daerah (Pemda) menggandeng Gabungan Industri dan Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY dalam melakukan simulasi.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Singgih Raharjo mengatakan, simulasi bersama ini dilakukan dalam bentuk agenda paket wisata 2 Hari 1 Malam (2D1N) yang diikuti 35 orang dari perwakilan industri dan asosiasi di bidang perhotelan, restoran, agen perjalanan, dan pengelola wisata, serta instansi terkait.

“Simulasi ini untuk memastikan SOP dan protokoler kesehatan terimplementasi di semua sight yang dipakai dan sudah menerapkan uji coba operasional terbatas,” jelas Singgih dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (25/7/2020) malam.

Baca Juga:  Jadwal Pemadaman Listrik di DIY per 15 Januari 2019

Selain itu, lanjut Singgih, ini juga untuk mensinkronkan SOP di semua stakeholder agar kenyamanan berwisata bisa terlaksana dengan baik. Sekaligus, menjadikan role model standar berwisata di DIY. Mengingat, perkembangan kegiatan kepariwisataan yang sudah berjalan masih banyak yang belum sesuai SOP dan protokol kesehatan .

“Kami juga melakukan pemantauan pendataan dalam destinasi dengan menggunakan Aplikasi Visiting jogja,” imbuhnya.

Singgih memaparkan, simulasi dimulai dengsm penjemputan di Stasiun Tugu dan keberangkatan melewati YIA.

Adapun rangkaian programnya, pada hari pertama rombongan mengunjungi destinasi wisata di Candi Prambanan, Tebing Breksi dengan Jeep Tour, Pegunungan Nglanggran, dan Pinus Pengger.

“Selama kunjungan juga kami lakukasi simulasi reservasi online dengan aplikasi VisitingJogja P yang sinergi dengan JogjaPass,” jelasnya.

Baca Juga:  Sistem Suara Terbanyak Munculkan Ketidakpercayaan terhadap Parpol

Pada malam harinya, kata Singgih, digelar simulasi pelaksanaan MICE. Kemudian pada hari kedua, kunjungan wisata dilanjutkan ke Jl. Malioboro, Museum Sonobudoyo, Keraton Yogyakarta, dan destinasi hutan mangrove Kadilangu, serta berakhir di Bandara YIA.

Kegiatan yang diikuti oleh ASITA, PHRI, HPI , Dispar Kabupaten/Kota, PT Angkasa Pura 1, dan PTKAI ini juga didukung oleh Bank Indonesia, dan Badan Otorita Borobudur (BOB).

Sementara dihubungi terpisah, salah seorang pelaku usaha perjalanan wisata di Yogyakarta, Ratih Puspasari mengaku, saat ini pihaknya memulai promo wisata, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, serta kuota maksimal 75 persen.

Baca Juga:  Pemkab Kulon Progo akan bangun Fasilitas Baru Menuju Kebun Teh Tritis

“Promosi kami masih sebatas pemasaran produk berupa paket perjalanan ke sejumlah obyek wisata di DIY,” ungkap anggota ASITA DIY ini.

Ratih menyebut, hingga sekarang sedikitnya telah ada sekitar 180 orang dari Kendal dan Bandung yang akan berlibur ke Yogyakarta, mulai bulan Oktober – Desember mendatang. Obyek wisata yang akan dituju, diantaranya Candi Prambanan, Wisata Merapi, dan Desa Wisata.

“Sesuai prosedur dari dinas, untuk tamu grup, kami minta membawa surat pernyataan keterangan sehat saja,” tegasnya.

Lebih lanjut Ratih berharap, Pemda mempertegas publikasi protokol kesehatan, dan kebijakan lainnya. Termasuk, ancaman sanksi bagi pihak yang melanggar. (Rep-01)