Ini Bencana yang Mengintai Yogya

Kepala BPBD DIY, Gatot Saptadi (tengah). (Sumber foto: JIBI Photo)

 

YOGYAKARTA (kabarkota.com)
– Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Gatot Saptadi mengatakan, sepanjang
musim, pihaknya selalu mewaspadai terjadinya Hydrometeorology Disaster
atau bencana air yang disebabkan oleh pengaruh iklim atau pun musim. Pihaknya menjelaskan, bencana tersebut dibagi menjadi dua, yakni saat musim kemarau dan musim penghujan.

 

Pada
saat musim kemarau, kata dia, maka bencana yang umumnya timbul terkait
kekeringan yang menyebabkan krisis air. Sementara itu, pada saat musim
penghujan, potensi bencana itu di antaranya longsor dan banjir,
khususnya di daerah-daerah yang rawan karena kondisi geografisnya.

 

Di sisi lain, pada saat musim penghujan, longsoran lahar dingin dari gunung
Merapi juga menjadi potensi bencana yang patut diwaspadai, terutama di
hulu sungai yang terlewati aliran tersebut nantinya. "Sekarang
ini, diperkirakan masih ada sekitar 30 juta meter kubik material di
kawasan puncak Merapi, dari total 70 juta meter kubik sebelumnya," kata
Gatot kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (5/11).

 

Meski
begitu, Gatot mengaku tidak bisa memprediksikan volume curah hujan yang
bisa mengakibatkan longsor lahar dingin. Mengingat, saat ini posisi
material merapi cukup dalam, sehingga dengan ketebalan air hujan
mencapai 100 mm pun masih dalam kondisi aman. "Dulu ketika tahun 2010, ketika ketebalan air hujannya mencapai 30 – 40 mm saja lahar dinginnya sudah longsor," ungkap dia.

 

Menurutnya, potensi arah longsoran lahar dingin tersebut cenderung mengarah ke selatan dan tenggara. Oleh karenanya, Gatot mengimbau agar masyarakat senantiasa waspada dan siaga terhadap lingkungannya. "Kalau merasa takut ya menyingkir," pintanya.

 

Namun,
yang terpenting dari mitigasi bencana itu menurut Gatot, adalah
pengetahuan masyarakat tentang kondisi di wilayahnya masing-masing.
Mengingat, 1 – 2 jam saat terjadi bencana itu merupakan respon time dari
masyarakat sendiri.

 

SUTRIYATI

Pos terkait